KAYONG UTARA, AKCAYA – PT Dharma Inti Bersama (DIB) menyalurkan bantuan alat tangkap berupa jaring insang dan 2.500 mata kail pancing rawai kepada kelompok nelayan di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.
Bantuan tersebut disalurkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan ditujukan untuk memberikan alternatif alat tangkap bagi nelayan yang selama ini lebih banyak mengandalkan kelong.
External Relation Manager PT DIB, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bantuan disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan bersama kelompok nelayan di Desa Pelapis.
“Selama ini sebagian besar nelayan masih bergantung pada kelong. Kami berharap jaring insang maupun pancing rawai dapat menjadi pilihan tambahan untuk meningkatkan hasil tangkapan,” katanya, Selasa (7/7).
Menurut Sugeng, penggunaan alat tangkap yang beragam diharapkan memberi pilihan bagi nelayan ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan penggunaan metode tangkap tertentu. Ia juga mengimbau agar bantuan dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.
Ketua kelompok nelayan penerima bantuan jaring insang, Hamsyah, mengatakan kelompoknya kini memiliki alternatif alat tangkap selain kelong.
“Selama ini kami hanya mengandalkan kelong. Dengan adanya jaring insang, kami punya pilihan lain untuk mencari ikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua kelompok nelayan penerima bantuan pancing rawai, Sandi, mengatakan bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan yang sebelumnya diusulkan oleh para nelayan.
“Selama ini kami lebih banyak menggunakan kelong. Sekarang kami bisa mencoba metode lain dengan pancing rawai,” katanya.
Selain program perikanan tangkap, PT DIB juga menjalankan sejumlah program CSR di Desa Pelapis yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Program tersebut menyasar masyarakat di sekitar Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). (elp)










