KUBU RAYA, AKCAYA – Kasus dugaan bullying yang sempat viral di media sosial dan melibatkan siswa MIS Faturrahman Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, diselesaikan melalui program problem solving oleh Bhabinkamtibmas Desa Durian Polsek Sungai Ambawang dengan mengedepankan pendekatan pembinaan dan perlindungan anak.

Mediasi digelar di MIS Faturrahman, Jumat (15/5/2026) dan melibatkan pihak sekolah, Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya, pemerintah desa, serta orang tua siswa.

Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menjelaskan kejadian bermula saat korban menolak permintaan pelaku untuk bertukar kursi di dalam kelas.

“Pelaku meminta korban bertukar kursi karena merasa kursi miliknya tidak nyaman digunakan. Namun korban menolak permintaan tersebut,” ujar Ade, Sabtu (16/5/2026).

Penolakan itu memicu emosi pelaku. Ketiga pelaku kemudian menggunakan tali plastik rafia bekas pengikat wadah makan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjerat leher korban.

“Ketiga pelaku lalu mengalungkan tali plastik tersebut ke leher korban dan menariknya hingga korban merasa sesak dan mual,” jelasnya.

Aksi tersebut dilerai oleh teman-teman korban yang berada di lokasi. Korban mengalami bekas jeratan di leher, namun dipastikan dalam kondisi sehat dan tetap dapat beraktivitas normal.

Dalam proses penyelesaian, seluruh pihak sepakat menempuh jalur kekeluargaan dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.

Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan sanksi tegas kepada ketiga pelaku berupa pemberhentian dari sekolah secara bertahap.

“Para pelaku tetap menerima sanksi berat berupa dikeluarkan dari sekolah. Akan tetapi, pihak madrasah masih memberikan kesempatan untuk menyelesaikan ujian akhir dan memperoleh nilai kenaikan kelas,” terang Ade.

Ade menegaskan, langkah problem solving dipilih karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur.

“Problem solving dikedepankan sebagai langkah pembinaan dan perlindungan terhadap korban maupun pelaku karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur,” pungkasnya. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *