PONTIANAK, AKCAYA – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menerima kunjungan hormat delegasi Pemerintah Negeri Sarawak yang dipimpin Wakil Menteri (Timbalan Menteri) Jabatan Premier Sarawak, Dr. Haji Abdul Rahman bin Haji Junaidi, di Ruang Ruai Telabang, Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (25/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis, khususnya pengembangan industri halal dan konektivitas kawasan perbatasan.
Dalam kesempatan itu, Abdul Rahman mengundang Pemerintah Provinsi Kalbar untuk berpartisipasi dalam Borneo International Halal Showcase (BIHAS) 2026 yang akan digelar pada 20–23 Juli 2026 di Kuching, Sarawak.
Ria Norsan menyambut baik undangan tersebut dan berharap pertemuan menghasilkan kerja sama yang dapat segera diwujudkan.
“Saya berharap kunjungan ini melahirkan rumusan yang konkret, nota kesepahaman yang implementatif, serta aksi nyata yang saling menguntungkan bagi Kalimantan Barat dan Sarawak,” ujarnya.
Menurut Norsan, BIHAS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat Kalbar dan Sarawak sebagai pusat pengembangan industri halal di Pulau Borneo
Dengan potensi sektor pertanian dan UMKM yang dimiliki Kalbar, ia optimistis sinergi kedua wilayah dapat memperkuat daya saing industri halal di tingkat global.
“Kalimantan Barat dengan potensi pertanian dan UMKM yang besar, siap bersinergi membangun Borneo Halal Hub. Melalui penyelarasan standar produk dan sertifikasi halal, kita dapat memposisikan Pulau Borneo sebagai pemain utama dalam rantai pasok industri halal global,” ungkapnya.
Selain industri halal, kedua pihak juga membahas penguatan konektivitas perbatasan, termasuk optimalisasi perdagangan melalui PLBN Entikong–Tebedu, rencana reaktivasi jalur Temajuk–Telok Melano yang ditargetkan selesai pada Agustus 2026, serta pengembangan jaringan listrik Lubok Antu–Nanga Badau.
Kerja sama tersebut diharapkan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, meningkatkan investasi, dan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat di Kalimantan Barat dan Sarawak. (elp)










