PONTIANAK, AKCAYA – Ajang Halal Bihalal alumni SMKN 4 Pontianak berlangsung hangat di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (25/4/2026), dengan dihadiri ratusan alumni lintas angkatan yang memanfaatkan momen tersebut untuk mempererat silaturahmi.
Kegiatan yang digelar Ikatan Alumni (IKA) STM Transisi/STM 2—sekarang SMKN 4 Pontianak—ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan, yang juga merupakan alumni sekolah tersebut.
Ria Norsan hadir bersama Ketua TP-PKK Kalbar, Erlina, serta disambut oleh para alumni dari berbagai generasi, termasuk guru senior dan purna bakti pendidik.
Dalam sambutannya, Norsan mengenang masa sekolahnya sebagai siswa Jurusan Bangunan Sipil tahun 1987. Ia mengungkapkan bahwa kehidupan di STM telah membentuk karakter dan memperkuat rasa kebersamaan di antara para siswa.
“Persaudaraan di STM itu sangat kuat. Banyak dari kita merantau dari kampung, merasa senasib sepenanggungan. Ikatan itu yang bertahan hingga sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebersamaan tersebut perlu terus dijaga dan diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Suasana semakin menyentuh saat Norsan memberikan penghormatan kepada para guru yang hadir, di antaranya Herianto dan Sahri. Ia menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak lepas dari peran para guru.
“Seberapa pun nakalnya kalian, jangan pernah hilang adab kepada guru. Jangan melawan guru. Keberkahan ilmu terletak pada ridha mereka,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan doa bagi para guru yang tidak dapat hadir, termasuk Ali Akbar, agar senantiasa diberikan kesehatan.
Sementara itu, Ketua IKA SMKN 4 Pontianak, Ratnawati, menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur yang telah membuka Pendopo sebagai tempat berkumpul alumni.
Menurutnya, IKA terus berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan dampak sosial.
“Kami berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mendata kebutuhan yang bisa dibantu alumni secara konkret,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika sebelumnya bantuan difokuskan pada santunan anak yatim, kini alumni mulai mengarahkan program pada kebutuhan siswa aktif di sekolah.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama lintas angkatan. Kehadiran Gubernur sebagai pemimpin daerah sekaligus alumni diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para siswa untuk terus berprestasi dan menjaga nama baik almamater. (elp)










