PONTIANAK, AKCAYA – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjadikan inovasi sebagai budaya kerja untuk mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Arahan tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin kegiatan Coffee Morning di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar. Dalam kegiatan itu, Ria Norsan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, serta dihadiri para kepala OPD, termasuk Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar, Windy Prihastari.
Dalam arahannya, Ria Norsan menegaskan percepatan pelaksanaan program dan realisasi anggaran harus diiringi dengan lahirnya berbagai inovasi di setiap perangkat daerah. Menurutnya, pelayanan publik tidak cukup dijalankan secara rutin, tetapi harus terus bertransformasi agar lebih efektif, adaptif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mari kita tancap gas. Pastikan seluruh program berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain membahas percepatan pembangunan, Coffee Morning tersebut juga menjadi forum memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dalam menyelaraskan program prioritas pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menindaklanjuti arahan gubernur, Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, menegaskan pihaknya siap memperkuat budaya inovasi di lingkungan BPSDM sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas aparatur sipil negara.
Menurutnya, inovasi harus menjadi budaya kerja yang terus tumbuh dalam setiap proses pengembangan kompetensi ASN.
“Inovasi harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar program sesaat. Arahan Bapak Gubernur menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan berbagai terobosan dalam pengembangan kompetensi ASN sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang semakin profesional dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Windy mengatakan, BPSDM memiliki peran strategis dalam menyiapkan aparatur yang adaptif terhadap perubahan, memiliki kompetensi tinggi, serta mampu melahirkan inovasi yang mendukung percepatan pembangunan daerah.
Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat.
“Ketika ASN memiliki kompetensi yang baik, mampu berinovasi, dan bekerja secara kolaboratif, maka kualitas pelayanan publik juga akan meningkat. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan IPM Kalbar,” katanya.
Windy menambahkan, BPSDM akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh OPD agar program pengembangan kompetensi ASN berjalan selaras dengan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan semangat inovasi dan kerja bersama, kami optimistis dapat mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional, adaptif, serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kalimantan Barat,” pungkasnya.










