PONTIANAK, AKCAYA – Tujuh UMKM binaan Bank Indonesia Kalimantan Barat membukukan penjualan Rp113,51 juta selama Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Tak hanya itu, dua talenta asal Kalimantan Barat meraih juara pertama dalam kompetisi memasak halal internasional.
Dua perwakilan tersebut adalah Eko Hendrawan yang menang pada kategori profesional dan Elpidius Ricky pada kategori vokasi dalam Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC). Keduanya meraih penghargaan pada kompetisi yang berlangsung di Jakarta, 15 Oktober 2026.
Di sektor usaha, Ong Birdnest menjadi tenant dengan penjualan tertinggi untuk kategori makanan dan minuman olahan kemasan. UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Barat itu juga memperoleh pesanan 50 kilogram produk dari pembeli asal Taiwan.
Peluang transaksi turut diperoleh Alfkhanza Herbal yang menerima pesanan masing-masing 20 kilogram bawang dayak dan 20 kilogram kayu bajakah dari pembeli lokal.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan capaian tersebut menunjukkan peluang produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui pameran dan jejaring bisnis.
“Keikutsertaan dalam ISEF membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan menjalin kerja sama bisnis. Ini perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Doni, Rabu (21/10/2026).
Selain produk pangan, pelaku usaha Kalimantan Barat turut memperkenalkan fesyen dan wastra daerah. Tenun Sidan dari Kabupaten Kapuas Hulu ditampilkan dalam peragaan busana, sementara sejumlah UMKM fesyen mengikuti IN2MOTIONFEST x JMFW 2026.
Peserta yang terlibat antara lain Jazila by BornNeo, Susiana by Uchie Machran, serta Special Parade Dewan IKRA yang menampilkan karya Wignyo Rahadi.
ISEF Catat Transaksi Rp3,16 Triliun
ISEF ke-13 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) mencatat penjualan produk makanan halal dan fesyen sebesar Rp13,85 miliar.
Selain itu, business matching pembiayaan dan perdagangan syariah mencapai Rp3,16 triliun. Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan syariah Rp2,6 triliun dan perdagangan syariah Rp558,4 miliar. Komitmen kerja sama pasar uang dan pasar valuta asing syariah juga tercatat sebesar Rp6,05 triliun.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, mengatakan capaian transaksi perlu diikuti manfaat nyata bagi masyarakat.
“Capaian ini mencerminkan aktivitas yang terbangun. Ke depan, yang terpenting adalah memastikan capaian tersebut memberikan manfaat nyata bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Solikin.
Menurut Solikin, pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan transaksi. Pembiayaan perlu mendukung kegiatan produktif, sedangkan keuangan sosial syariah harus diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat.
ISEF 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.
Lebih dari 100 kegiatan digelar secara luring dan daring dengan melibatkan pelaku UMKM, lembaga keuangan syariah, industri kreatif, investor, serta berbagai pemangku kepentingan.
Selama lima hari pelaksanaan, festival ini dikunjungi sekitar 93 ribu orang dan menjangkau 26,5 juta orang melalui media massa serta media sosial. Lebih dari 1.000 pelaku industri halal turut berpartisipasi. (elp)









