PONTIANAK, AKCAYA – Badan Pendapatan Daerah Kota Pontianak memanfaatkan momentum Pekan Raya Pontianak (PRP) di Rumah Radakng untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui layanan jemput bola, Bapenda turut menyosialisasikan program penghapusan denda administrasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Pelaksana Harian Kepala Bapenda Kota Pontianak, Mahardika Sari mengatakan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar seperti PRP menjadi kesempatan bagi organisasi perangkat daerah untuk memberikan edukasi sekaligus pelayanan secara langsung.

“Event seperti ini menjadi peluang bagi OPD untuk melakukan sosialisasi dan edukasi program pelayanan kepada masyarakat. Ini juga bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan PRP di Rumah Radakng, Rabu (13/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bapenda Kota Pontianak menyosialisasikan program penghapusan denda administrasi PBB-P2 untuk tahun pajak 2008 hingga 2025. Program bebas denda itu berlaku khusus pembayaran melalui website ePonti dengan metode pembayaran QRIS.

Mahardika menjelaskan, masyarakat cukup mengakses website ePonti, kemudian memilih menu pembayaran PBB-P2 dan memasukkan Nomor Objek Pajak (NOP). Setelah data muncul dan dipastikan benar, wajib pajak tinggal memilih metode pembayaran QRIS Bank Kalbar atau QRIS BCA.

“Setelah itu tinggal klik create kode pembayaran,” jelasnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Banyak pengunjung PRP datang ke stan Bapenda untuk mendapatkan informasi sekaligus edukasi mengenai program pembayaran pajak daerah tersebut.

Ia berharap pendekatan langsung kepada masyarakat seperti ini mampu meningkatkan kesadaran wajib pajak sekaligus memperkuat pemahaman bahwa pajak daerah memiliki peran penting dalam pembangunan Kota Pontianak.

“Dengan membayar pajak daerah, masyarakat turut berkontribusi nyata terhadap pembangunan Kota Pontianak,” katanya.

Salah seorang pengunjung PRP, Adi, menilai pelayanan jemput bola yang dilakukan pemerintah cukup membantu masyarakat. Menurutnya, kehadiran pelayanan publik di lokasi keramaian membuat masyarakat lebih mudah mengakses layanan tanpa harus datang ke kantor pemerintahan.

“Kadang kita malas juga ke kantor pemerintah. Dengan adanya pelayanan Bapenda jemput bola di PRP, ini sesuatu yang positif,” ujarnya.

Ia berharap pada penyelenggaraan PRP berikutnya semakin banyak pelayanan publik yang dihadirkan, seperti pembuatan KTP, KK, paspor hingga SIM.

“Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak lagi pelayanan pemerintah di sini. Jadi masyarakat bisa dapat hiburan, kuliner, sekaligus pelayanan,” tutupnya. (lxy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *