PONTIANAK, AKCAYA – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal, mendorong agar kegiatan kepemudaan semakin diperbanyak sebagai upaya membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi salah satu pemateri dalam Dialog Kepemudaan yang digelar Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pontianak, Selasa (27/10/2026).
Dialog bertema “Refleksi Nilai-nilai Pancasila dan Peran Pemuda dalam Menjaga Pancasila dan Indonesia” tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Rizal mengapresiasi MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak yang telah menyelenggarakan kegiatan di bidang kepemudaan. Menurutnya, ruang dialog dan kegiatan edukatif seperti ini perlu terus dihidupkan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak yang telah menggelar kegiatan di bidang kepemudaan,” ujarnya.
Ia menyampaikan, penguatan kegiatan kepemudaan juga sejalan dengan arahan Menteri Pemuda dan Olahraga yang meminta agar kegiatan bagi generasi muda semakin diperbanyak. Karena itu, berbagai program kepemudaan perlu dirancang secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Menurut Rizal, persiapan menuju peringatan satu abad Sumpah Pemuda pada 2028 harus menjadi momentum untuk menghadirkan lebih banyak program yang mampu mengembangkan potensi pemuda Kota Pontianak.
“Pada 2028, satu abad Sumpah Pemuda, banyak hal yang harus kita buat untuk pemuda di Kota Pontianak,” katanya.
Rizal menilai, bonus demografi yang ditandai dominasi penduduk usia produktif merupakan peluang sekaligus tantangan. Besarnya jumlah generasi muda perlu diimbangi dengan penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila.
Ia mengingatkan bahwa tantangan ideologi menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian di tengah perubahan zaman. Oleh karena itu, generasi muda harus memiliki pegangan kebangsaan yang kuat agar mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan latar belakang.
“Apapun baju dan latar belakang kita, Merah Putih itu harga mati,” tegas Rizal.
Ia menambahkan, pemuda memiliki peran strategis sebagai penerus pembangunan. Potensi dan gagasan generasi muda perlu terus digali agar mampu mendorong percepatan pembangunan sekaligus mempersiapkan kepemimpinan pada masa mendatang.
Menurutnya, kegiatan kepemudaan harus terus dilaksanakan dengan pendekatan yang menyesuaikan perkembangan zaman. Pembaruan cara dan bentuk kegiatan diperlukan agar program yang dijalankan tetap relevan serta mampu menarik partisipasi generasi muda.
“Hal seperti ini harus terus dihidupkan, tinggal cara yang harus terus di-update,” ungkapnya.
Rizal juga menyinggung karakteristik ekonomi Kota Pontianak yang tidak bertumpu pada sumber daya mineral seperti batu bara, bauksit, maupun intan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat sektor jasa dan aktivitas ekonomi perkotaan, termasuk pendapatan dari pajak, menjadi bagian penting dalam menopang pembangunan daerah.
Dalam konteks itu, pengembangan kualitas sumber daya manusia menjadi hal yang perlu diperhatikan. Pemuda diharapkan mampu mengambil peran dalam berbagai sektor, mengembangkan kreativitas, serta menciptakan peluang yang mendukung kemajuan ekonomi Kota Pontianak.
Melalui dialog kepemudaan ini, Rizal berharap sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dapat terus diperkuat. Berbagai kegiatan yang berkelanjutan diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan mempersiapkan diri sebagai penerus pembangunan Kota Pontianak.











