PONTIANAK, AKCAYA – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kalimantan Barat. Suherdiyanto, dosen sekaligus Wakil Rektor II Universitas PGRI Pontianak, berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral di Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA) dengan predikat Lulusan Terbaik Program Doktor pada Wisuda ke-80 UNISMA Tahun 2026.

Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Universitas PGRI Pontianak dan keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Barat. Selain menjalankan tugas akademik dan kepemimpinan perguruan tinggi, Suherdiyanto juga mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum Pengurus Provinsi PGRI Kalbar.

Keberhasilannya menyelesaikan studi doktoral di tengah berbagai tanggung jawab tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan kapasitas akademik bagi tenaga pendidik dan pengelola lembaga pendidikan.

Advertisement

Gelar doktor yang diraih Suherdiyanto diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pengalaman akademik dan kepemimpinan yang dimilikinya juga menjadi modal untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia, peningkatan mutu tata kelola perguruan tinggi, serta penguatan profesionalisme tenaga pendidik.

Dalam konteks pembangunan pendidikan di Kalimantan Barat, peningkatan kualifikasi akademik para dosen dan pemimpin pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat budaya ilmiah dan mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif.

Sebagai pengurus PGRI Kalbar, capaian Suherdiyanto juga menjadi contoh pentingnya semangat belajar sepanjang hayat bagi insan pendidikan. Guru dan dosen tidak hanya berperan dalam menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu terus mengembangkan kompetensi serta memperluas wawasan sesuai perkembangan zaman.

Predikat Lulusan Terbaik Program Doktor pada Wisuda ke-80 UNISMA Tahun 2026 menjadi pengakuan atas pencapaian akademiknya. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tanggung jawab profesional dan organisasi dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualifikasi pendidikan.

Bagi Universitas PGRI Pontianak, keberhasilan ini menjadi tambahan capaian akademik yang diharapkan dapat mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan institusi.

Sementara bagi PGRI Kalimantan Barat, pencapaian tersebut sejalan dengan pentingnya peningkatan kapasitas intelektual dan profesional anggota organisasi untuk mendukung kemajuan pendidikan.

Ke depan, gelar doktor yang diraih Suherdiyanto diharapkan dapat semakin memperluas kontribusinya bagi Universitas PGRI Pontianak, organisasi profesi guru, serta masyarakat pendidikan di Kalimantan Barat.

Prestasi ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi juga perlu diwujudkan melalui pengabdian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *