PONTIANAK, AKCAYA – Dampak musim kemarau yang memicu keterbatasan dan perubahan kualitas sumber air bersih di tanggapi serius oleh manajemen RSUD dr. Soedarso Pontianak. Untuk memastikan operasional layanan pencucian darah (hemodialisis) tetap berjalan aman tanpa hambatan, rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Barat ini menggelar rapat koordinasi strategis lintas sektor pada Rabu (26/8/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Direktur RSUD dr. Soedarso, drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes., bersama jajarannya. Pertemuan ini menghadirkan jajaran pengurus PMI Provinsi Kalimantan Barat, manajemen PDAM Kota Pontianak, PDAM Kabupaten Kubu Raya, serta vendor teknis penyedia alat medis hemodialisis.
Langkah responsif ini dilakukan mengingat instalasi hemodialisis memerlukan suplai air baku dalam volume yang sangat besar serta standar higienitas yang tinggi. Selain kuantitas pasokan, kebersihan serta parameter kualitas fisik dan kimia air khususnya indikator Total Dissolved Solids (TDS) atau kadar zat terlarut—wajib memenuhi ambang batas ketat yang disyaratkan oleh teknologi alat hemodialisis.
Fenomena musim kemarau yang kini tengah melanda wilayah Kalimantan Barat menjadi tantangan tersendiri. Menurunnya debit air pasokan utama dan meningkatnya risiko fluktuasi kadar TDS dapat mengganggu stabilitas operasional mesin serta keselamatan pasien jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan kebutuhan air medis tersebut. Ketersediaan air yang terbatas serta kondisi kualitas air yang dapat berubah sewaktu-waktu berpotensi memengaruhi keberlangsungan pelayanan. Oleh karena itu, kita membutuhkan koordinasi dan sinergi bersama penyedia air baku, PMI, dan vendor alat untuk mendapatkan alternatif penanganan yang tepat,” ujar drg. Hary Agung Tjahyadi.
Rapat koordinasi ini berfokus pada langkah-langkah konkret, mulai dari mengidentifikasi dan mengkalkulasi besaran kebutuhan air secara terukur harian, memetakan keandalan ketersediaan pasokan air PDAM Pontianak dan Kubu Raya, hingga menyusun skenario cadangan jika terjadi penurunan kualitas air secara mendadak.
Melalui integrasi lintas pemangku kepentingan ini, RSUD dr. Soedarso optimistis pasokan air baku untuk mendukung unit hemodialisis dapat terus terpenuhi secara aman, berkesinambungan, serta konsisten berada dalam standar medis yang dipersyaratkan demi keselamatan pasien.











