PONTIANAK, AKCAYA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Alam Terpadu Cerlang Pontianak tahun ini menghadirkan suasana yang berbeda. Bukan hanya siswa baru yang mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga para orang tua yang diajak terlibat aktif sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah.
Sejak pagi, suasana akrab sudah terasa di lingkungan sekolah. Orang tua dan anak mengikuti sesi perkenalan secara bergantian sehingga seluruh keluarga baru dapat saling mengenal sebelum memulai proses belajar pada tahun ajaran baru.
Setelah sesi perkenalan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan aktivitas yang berbeda. Para ayah mendapat tugas memasak makan siang bersama menggunakan bahan makanan yang telah dibawa anak-anak dari rumah. Di sisi lain, para ibu menata perlengkapan belajar anak, mulai dari buku, alat tulis hingga kebutuhan sekolah di ruang belajar. Sementara itu, anak-anak diberikan ruang untuk bereksplorasi dan berkreasi sesuai minat mereka.
Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati makan saprahan bersama. Hidangan sederhana hasil racikan para ayah, seperti telur goreng, tempe, tahu, dan tumis sayur, disajikan untuk disantap bersama. Anak-anak dari jenjang PAUD, TK hingga SD pun turut mengambil peran dengan menyiapkan buah-buahan sebagai hidangan penutup.
Momen tersebut menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat. Guru, orang tua, dan peserta didik saling berinteraksi tanpa sekat, bekerja sama dalam setiap kegiatan. Usai makan bersama, agenda dilanjutkan dengan pertemuan antara pihak sekolah dan orang tua untuk membahas program pembelajaran selama satu semester mendatang.
Pendiri Sekolah Alam Terpadu Cerlang, Sri Wartati, mengatakan konsep MPLS di sekolah yang dipimpinnya memang dirancang berbeda. Menurutnya, orientasi tidak hanya ditujukan kepada peserta didik, tetapi juga kepada orang tua agar memahami filosofi pendidikan dan program sekolah sejak awal.
“Jadi MPLS di Cerlang itu bukan cuma untuk anak, tetapi justru porsi yang lebih besar diberikan kepada orang tua. Tujuannya mengenalkan program sekolah sekaligus menjalin silaturahmi agar para orang tua saling mengenal,” ujarnya usai kegiatan, Minggu (19/7/2026).
Sri menjelaskan seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti kegiatan bersama tanpa membedakan jenjang pendidikan. Setelah itu, anak-anak baru diarahkan ke kelompok belajar sesuai tingkat kelas masing-masing.
Menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di Sekolah Alam Terpadu Cerlang.
“Rumah dan orang tua adalah guru pertama sekaligus guru utama bagi anak. Sekolah sebenarnya adalah mitra. Karena itu kami sangat menekankan keterlibatan orang tua dalam setiap proses pendidikan,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama keluarga. Karena itu, pembentukan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, melainkan harus berjalan seiring dengan peran orang tua di rumah.
“Jangan sampai rumah sebagai tempat kembali dan orang tua sebagai pegangan utama anak itu hilang. Apalagi sekarang perkembangan teknologi sangat cepat sehingga anak mudah terpengaruh dari berbagai arah. Kalau jangkar itu tidak kuat, tentu akan berbahaya. Karena itu keterlibatan orang tua sangat diperlukan,” pungkasnya.
Melalui konsep MPLS yang mengedepankan kolaborasi tersebut, Sekolah Alam Terpadu Cerlang berharap hubungan antara sekolah, orang tua, dan peserta didik semakin erat sehingga proses pendidikan dapat berjalan selaras dalam membentuk karakter, kemandirian, dan kecintaan anak terhadap proses belajar.










