SINGKAWANG, AKCAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan seputar Jalan Akses menuju Bandara Singkawang, khususnya di wilayah Jembatan 12, 13, dan 14, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. Hingga Sabtu (29/8), kebakaran di kawasan tersebut telah menghanguskan sekitar 5 hektar lahan.

Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan XI/Singkawang, Yuyu Wahyudin, mengatakan, dari luasan lahan yang terbakar di sekitar akses menuju Bandara Singkawang tersebut, sekitar 1,5 hektar telah berhasil dipadamkan.

“Luasan ini mencakup di jalan akses menuju Bandara, khususnya Jembatan 12, 13, dan 14 Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan seluas 5 hektar. Namun yang berhasil dipadamkan baru sekitar 1,5 hektar,” kata Yuyu, Senin (31/8/2026).

Advertisement

Secara keseluruhan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Kota Singkawang hingga Sabtu (29/8/2026) telah mencapai sekitar 37,27 hektar.

Selain di kawasan Jalan Akses Bandara Singkawang, kebakaran juga terjadi di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, dengan akumulasi area terbakar mencapai 12,77 hektar. Dari luasan tersebut, tim gabungan telah berhasil memadamkan sekitar 7,1 hektar lahan dengan memanfaatkan sumber air dari kanal terdekat.

Sementara itu, di Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, total akumulasi lahan yang terbakar mencapai sekitar 19,5 hektar. Tim pemadam telah berhasil mengendalikan dan memadamkan api di area seluas sekitar 15 hektar.

“Dalam melakukan upaya pemadaman, tim gabungan mengerahkan tujuh mesin pompa air serta armada pemadam dari Kodim 1202 untuk membendung penyebaran api,” ujarnya.

Dari total luasan lahan yang terbakar di tiga lokasi tersebut, tim pemadam gabungan telah berhasil memadamkan sekitar 23,6 hektar.

Upaya pengendalian kebakaran melibatkan Daops Manggala Agni Kalimantan XI/Singkawang bersama personel lintas instansi, di antaranya TNI, Polri, BPBD Kota Singkawang, perangkat kecamatan dan kelurahan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta BPKS.

Tim gabungan terus berupaya mengendalikan pergerakan api agar tidak meluas dan mendekati kawasan permukiman maupun perkebunan warga.

Menurut Yuyu, petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi lahan gambut yang ditutupi vegetasi semak belukar dan pakis kering.

“Karakteristik ini memicu timbulnya kebakaran bawah permukaan atau gambut,” ungkapnya.

Selain itu, kondisi cuaca turut mempercepat penyebaran api. Hembusan angin kencang dengan kecepatan sekitar 18 hingga 22 kilometer per jam menyebabkan api cepat menjalar di permukaan dan memunculkan titik-titik api baru.

“Untuk mencegah penjalaran yang lebih luas, tim menerapkan teknik penyekatan dengan memotong jalur api,” jelasnya.

Karena api belum sepenuhnya padam, operasi pemadaman darat akan kembali dilanjutkan untuk memastikan kebakaran di sejumlah titik, termasuk kawasan seputar Jalan Akses Bandara Singkawang, dapat segera dikendalikan. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *