PONTIANAK, AKCAYA – Sebanyak 13 kabupaten/kota di Kalimantan Barat (Kalbar) tidak terdeteksi titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Sabtu (17/10/2026). Sementara itu, Kabupaten Ketapang masih terpantau memiliki 26 titik panas dalam kategori tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar dalam memperkuat pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang masih terindikasi memiliki potensi kebakaran.
Ketua Satgas Informasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Daniel, menyampaikan bahwa data BMKG menjadi salah satu acuan untuk menentukan langkah pemantauan di lapangan.
“Berdasarkan data BMKG, terdapat 26 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kabupaten Ketapang. Sementara itu, 13 kabupaten/kota lainnya nihil titik panas dalam kategori tersebut,” ujar Daniel.
Meski sebagian besar wilayah tidak terdeteksi titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, kewaspadaan tetap diperlukan. Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan titik panas baru, terutama di wilayah yang masih berpotensi mengalami kebakaran.
BPBD Kalbar juga mendorong satuan tugas (satgas) darat dan udara melakukan pengecekan langsung atau ground check terhadap indikasi titik panas yang terpantau melalui satelit.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi aktual di lapangan. Sebab, titik panas yang terdeteksi satelit merupakan indikasi awal yang masih perlu diverifikasi guna mengetahui apakah terdapat kebakaran aktif.
“Pengecekan langsung di lapangan penting untuk memastikan kondisi sebenarnya dan menindaklanjuti setiap indikasi kebakaran. Karena itu, koordinasi antarsatgas perlu terus diperkuat agar potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Daniel.
Pemprov Kalbar melalui BPBD terus mengoptimalkan pemantauan serta koordinasi dengan petugas di lapangan.
“Upaya ini ditujukan untuk menjaga wilayah yang saat ini nihil titik panas berkepercayaan tinggi sekaligus mempercepat penanganan jika ditemukan indikasi kebakaran,” pungkas Daniel. (elp)











