JAKARTA, AKCAYA – Publik masih menaruh kepercayaan terhadap keberadaan partai politik, tetapi kedekatan dengan parpol tergolong rendah.
Survei Poltracking Indonesia mencatat 49,7 persen responden masih percaya terhadap parpol, sementara 66,8 persen mengaku tidak merasa dekat dengan partai politik.
Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro mengatakan tingkat kepercayaan tersebut menunjukkan keberadaan parpol masih mendapat penerimaan dari sebagian masyarakat.
“Publik masih percaya terhadap keberadaan partai politik,” kata Yoki, Kamis (24/9/2026).
Di sisi lain, hanya 12,3 persen responden yang menyatakan merasa dekat dengan partai politik. Sebanyak 66,8 persen lainnya mengaku tidak merasa dekat.
Dalam konteks Pemilu Legislatif, kecenderungan pemilih juga lebih mengarah kepada sosok calon anggota legislatif (caleg) dibandingkan partai politik.
Sebanyak 53,3 persen responden menyatakan lebih cenderung memilih caleg, sedangkan 24,7 persen memilih partai politik.
Yoki mengatakan hasil tersebut merupakan gambaran persepsi publik berdasarkan survei yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2026.
Persepsi masyarakat terhadap parpol, menurut dia, masih dapat berubah mengikuti isu dan langkah politik yang dilakukan masing-masing partai.
“Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh partai politik,” ujarnya.
Survei dilakukan pada 14–20 Agustus 2026 terhadap 1.220 responden di 38 provinsi. Sampel dipilih secara proporsional berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 dengan stratifikasi berdasarkan jenis kelamin.
Wawancara dilakukan secara tatap muka oleh pewawancara terlatih dengan bantuan aplikasi. Survei memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (elp)









