KAYONG UTARA, AKCAYA – Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) TB Rimba Megah XV yang tenggelam di Perairan Pulau Meledang, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Memasuki hari ketiga operasi pencarian pada 23 Agustus 2026, satu korban kembali ditemukan. Namun, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara dua ABK lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan operasi pencarian terus dilakukan secara optimal dengan melibatkan unsur SAR gabungan.

Advertisement

“Untuk hari ketiga, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran permukaan dengan luas search area 200 NM². Pencarian dilakukan secara optimal untuk menemukan korban yang masih belum ditemukan,” kata I Made Junetra.

Korban yang ditemukan meninggal dunia diketahui bernama M. Kasim (62), kelasi.

Sementara dua ABK yang masih dinyatakan hilang yakni Rikal Tiku Padang (32), Masinis II, dan Abd. Rahman (19), Juru Minyak.

Kecelakaan TB Rimba Megah XV pertama kali diketahui setelah Kantor SAR Pontianak melalui Unit Siaga SAR Kayong Utara menerima informasi dari seorang nelayan bernama Polos pada 21 Agustus 2026.

TB Rimba Megah XV sebelumnya berlayar dari Perairan Pontianak menuju Pulau Kendawangan pada 15 Agustus 2026. Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak pada 17 Agustus 2026.

Pada 20 Agustus 2026 sekitar pukul 02.30 WIB, kapal yang sedang menarik Tongkang Prima Samudra II dalam kondisi kosong tenggelam setelah dihantam tongkang akibat kondisi angin dan gelombang di Perairan Pulau Meledang.

“Sekitar pukul 04.00 WIB, satu orang ABK atas nama Rian Hairullah berhasil ditemukan oleh nelayan setempat dan langsung dievakuasi ke Pulau Meledang. Kemudian tongkang ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB,” jelas Junetra.

Setelah menerima laporan, Tim SAR kemudian bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan pertolongan.

Tim Rescue Unit Siaga SAR Kayong Utara tiba di lokasi sekitar pukul 08.46 WIB dan langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan serta unsur SAR lainnya.

Pada hari yang sama sekitar pukul 13.50 WIB, tiga ABK kembali ditemukan dalam kondisi selamat pada koordinat 1°41’55.98”S – 109°48’54.08”T.

Ketiganya kemudian dievakuasi menuju pelabuhan dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Setelah empat ABK berhasil ditemukan selamat, operasi SAR dilanjutkan untuk mencari tiga korban lainnya.

Pencarian kemudian diperluas dengan penyisiran permukaan. Pada 22 Agustus 2026, Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi hari kedua dengan luas area pencarian mencapai 200 NM² menggunakan metode penyisiran paralel dengan jarak antarjalur satu nautical mile.

Memasuki hari ketiga, luas area pencarian tetap sekitar 200 NM².

Dalam perkembangan terbaru, satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat dua ABK yang belum ditemukan.

Adapun empat ABK yang telah ditemukan dalam kondisi selamat masing-masing Rian Hairullah (22), Aldi (29) selaku Mualim I, Irwansyah (58) selaku KKM, dan Makmur (44) selaku Nahkoda.

“Kami bersama seluruh unsur SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” pungkas Junetra.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran permukaan dan koordinasi dengan berbagai unsur terkait di wilayah Perairan Pulau Meledang untuk menemukan dua ABK yang masih dalam pencarian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *