PONTIANAK, AKCAYA –  Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menggagas pembangunan jalan layang atau flyover di “Simpang Legend”, Kota Pontianak, sebagai salah satu opsi penanganan lalu lintas jangka panjang, khususnya di kawasan Pontianak Timur.

“Simpang Legend” merupakan persimpangan strategis yang menghubungkan Jalan Tanjung Raya I, Jalan Tanjung Raya II, dan Jalan Sultan Hamid. Kawasan ini menjadi salah satu jalur penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah Pontianak Timur dan sekitarnya.

Ria Norsan mengatakan, pembangunan flyover dapat dipertimbangkan untuk memisahkan arus kendaraan sehingga pergerakan lalu lintas di persimpangan tersebut lebih lancar.

Advertisement

“Jangka panjang nanti ke depannya, nah mungkin kita akan bagaimana mungkin kalau seandainya dari Keraton menyeberang ke Tanjung Raya itu kita buat flyover. Nah supaya naik ke atas yang satu ke bawah,” ujar Norsan, Sabtu (17/10/2026).

Melalui konsep tersebut, sebagian kendaraan nantinya dapat melintas melalui jalur layang, sementara arus lainnya tetap menggunakan jalur di bawahnya. Pemisahan arus ini diharapkan dapat mengurangi konflik kendaraan di persimpangan dan memperlancar konektivitas antarkawasan.

Meski demikian, gagasan pembangunan flyover tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut. Sejumlah aspek yang perlu diperhitungkan meliputi volume kendaraan, kebutuhan lalu lintas, kelayakan teknis, pembiayaan, hingga kewenangan dan koordinasi antarinstansi.

Jika direalisasikan, pembangunan jalan layang ini berpotensi menjadi bagian dari penataan infrastruktur transportasi di Pontianak Timur, seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.

Namun, keputusan pembangunan tetap bergantung pada hasil kajian dan perencanaan lebih lanjut agar infrastruktur yang dibangun sesuai dengan kebutuhan lalu lintas serta kondisi kawasan. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *