PONTIANAK, AKCAYA – Kafilah Kota Pontianak berhasil meraih posisi juara III pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.
Capaian tersebut menjadi hasil dari perjuangan para kafilah, pelatih, official, pendamping, serta seluruh tim yang telah menjalani proses persiapan dan pembinaan sebelum hingga pelaksanaan MTQ.
Selain meraih juara III, Kota Pontianak juga mencatat prestasi pada rangkaian kegiatan pendukung MTQ. Pontianak meraih juara II pawai taaruf kategori mobil hias serta menempati peringkat VI kategori stand pameran.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang telah berjuang membawa nama Kota Pontianak dalam ajang MTQ tingkat provinsi tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah, pelatih, official, pendamping, dan tim Kota Pontianak yang telah berjuang pada MTQ ke-34 Kalimantan Barat,” ujarnya usai penutupan MTQ, Sabtu (8/8/2026) malam.
Menurut Bahasan, posisi ketiga tetap merupakan capaian yang patut disyukuri. Ia menilai keberhasilan dalam MTQ tidak semata-mata diukur dari peringkat akhir, tetapi juga dari proses pembinaan, kedisiplinan, adab, serta komitmen para peserta dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Juara III ini harus kita syukuri. Para peserta sudah berusaha dan memberikan kemampuan terbaik. Yang terpenting, semangat mencintai dan membumikan Al-Qur’an harus terus kita jaga,” katanya.
Bahasan menegaskan, MTQ bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari proses pembinaan generasi Qur’ani. Karena itu, hasil pelaksanaan MTQ ke-34 akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Pontianak bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) untuk memperkuat pembinaan di berbagai cabang.
Pembinaan tersebut mencakup tilawah, tahfiz, qiraat, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hingga cabang lainnya.
Menurutnya, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ. Proses tersebut perlu dimulai sejak tingkat kecamatan, dilanjutkan ke tingkat kota, hingga persiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
“Kita akan evaluasi bersama. Apa yang sudah baik kita pertahankan, yang masih perlu diperkuat akan kita benahi. Pembinaan harus terus berjalan, tidak hanya menjelang lomba,” jelasnya.
Ia turut mengapresiasi dukungan LPTQ Kota Pontianak, perangkat daerah, pembimbing, orang tua, serta masyarakat yang selama ini memberikan dukungan kepada para kafilah.
Menurut Bahasan, dukungan tersebut berperan dalam menjaga mental dan kesiapan peserta selama mengikuti rangkaian perlombaan di Kayong Utara.
Pontianak Jadi Tuan Rumah MTQ Tahun Depan
Capaian di Kayong Utara sekaligus menjadi evaluasi awal bagi Kota Pontianak yang akan mendapat tanggung jawab sebagai tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun depan.
Bahasan mengatakan, status sebagai tuan rumah membuat persiapan harus dilakukan lebih awal. Tidak hanya terkait kesiapan penyelenggaraan, tetapi juga kesiapan kafilah yang akan kembali membawa nama Pontianak dalam ajang tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh kafilah Kota Pontianak. Tetap semangat, terus berlatih, dan jadikan hasil ini sebagai motivasi. Insya Allah tahun depan, saat Pontianak menjadi tuan rumah, kita bisa tampil lebih baik lagi,” pungkasnya.











