KUBU RAYA, AKCAYA – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Dukungan kemanusiaan tersebut disalurkan secara bertahap sejak 17 Juli hingga 25 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya Pertamina membantu masyarakat sekaligus mendukung petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak asap karhutla.
“Pertamina berupaya hadir tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga dengan mendukung kesiapsiagaan dan operasional para pihak yang berada di garis depan penanganan karhutla,” ujar Edi.
Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 1.000 paket bantuan diberikan kepada masyarakat terdampak dan petugas di sejumlah posko penanganan karhutla.
Setiap paket terdiri atas 10 lembar masker dan dua vitamin. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan di tengah paparan asap yang mengganggu kualitas udara.
Bantuan didistribusikan melalui sejumlah lokasi, yakni Posko Limbung, Posko Kuala Dua, Posko Rasau Jaya Umum, Posko Rasau Jaya 2, SPBU Rasau Jaya, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya.
Tidak hanya masker dan vitamin, Pertamina melalui AFT Supadio juga menyalurkan 16.000 liter air layak konsumsikepada masyarakat Desa Limbung.
Air tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah kondisi karhutla yang turut memengaruhi aktivitas masyarakat.
Dukungan juga diberikan kepada barisan pemadam kebakaran melalui bantuan operasional bahan bakar minyak (BBM).
Bantuan BBM tersebut dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas personel serta operasional kendaraan dan peralatan pemadaman dalam penanganan karhutla di lapangan.
Menurut Edi, Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, BPBD Kubu Raya, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta berbagai pihak terkait.
Koordinasi dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi sekaligus memastikan dukungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Koordinasi akan terus kami lakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun petugas,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan semakin meluas.
Bantuan Pertamina mendapat apresiasi dari masyarakat yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla.
Anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Rasau Jaya Umum, Ali, mengatakan masker dan vitamin menjadi bantuan yang sangat dibutuhkan warga di tengah pekatnya asap.
“Terima kasih atas pembagian masker dan vitamin gratis dari Pertamina. Sudah beberapa hari ini asap karhutla sangat pekat dan membuat dada terasa sesak,” ujar Ali.
Ia mengatakan bantuan tersebut menjadi semakin berarti karena persediaan masker di rumahnya telah habis.
Menurutnya, kondisi asap yang pekat membuat kebutuhan terhadap masker meningkat, sementara harga masker di sejumlah toko mulai mengalami kenaikan.
Apresiasi juga disampaikan anggota MPA Limbung, Elly. Ia menilai bantuan yang disalurkan Pertamina memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa yang terdampak asap karhutla.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pertamina. Bantuan yang diberikan selama penanganan karhutla sangat bermanfaat bagi kami, khususnya warga desa yang terdampak asap,” katanya.
Melalui dukungan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi kondisi darurat.
Tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga, dukungan juga diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan serta operasional para petugas dan relawan yang berjuang menangani karhutla.
Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, BPBD, MPA, petugas pemadam dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus mengurangi dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas warga.











