PONTIANAK, AKCAYA – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak menjadikan Innovative Government Award (IGA) 2026 sebagai momentum untuk memperkuat budaya inovasi dalam pelayanan publik.

Menurutnya, IGA bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang bagi setiap perangkat daerah untuk menunjukkan gagasan, kreativitas, dan terobosan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semua punya kesempatan. Manfaatkan ini untuk berkarier, untuk membuat prestasi. Jadi ASN ini tergantung dirinya masing-masing,” ujar Bahasan saat membuka Sosialisasi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 dan Penyerahan Apresiasi Inovasi Unggulan Tahun 2025 di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Selasa (21/7/2026).

Ia menegaskan, inovasi yang diajukan dalam IGA tidak cukup hanya tersusun baik di atas kertas. Setiap inovasi harus dapat dibuktikan implementasinya di lapangan serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Semuanya pakai data. Data yang masuk harus dipastikan dengan fakta di lapangan,” katanya.

Bahasan menilai, tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah terus meningkat. Di era digital, berbagai persoalan dapat dengan cepat disampaikan masyarakat melalui media sosial maupun saluran pengaduan lainnya.

Karena itu, ASN diminta tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga proaktif turun ke lapangan untuk memastikan setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kalau ada laporan, cek ke lapangan langsung. Kita harus hadir kepada masyarakat dan memberikan solusi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan publik yang baik harus berorientasi pada kemudahan bagi masyarakat. Menurutnya, aparatur pemerintah harus meninggalkan pola pelayanan yang berbelit-belit dan mengedepankan penyelesaian masalah secara cepat serta efektif.

“Saya selalu menekankan pelayanan publik yang terbaik, kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” tegas Bahasan.

Berbagai persoalan yang langsung dirasakan masyarakat, seperti kondisi jalan lingkungan, penerangan jalan umum, hingga layanan dasar lainnya, menurutnya harus menjadi perhatian utama seluruh perangkat daerah.

Bahasan menambahkan, ASN juga perlu memiliki pola pikir yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Wujud kesejahteraan tersebut tidak selalu berupa bantuan materi, tetapi juga melalui pelayanan yang cepat, program yang tepat sasaran, dan kemampuan pemerintah menyelesaikan persoalan warga.

“Sebagai ASN, kita harus punya mindset bagaimana menyejahterakan masyarakat. Artinya hadir memberikan solusi dengan program-program yang ada di setiap perangkat daerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bahasan turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk pada proses penerimaan murid baru. Ia meminta seluruh pihak menghindari praktik titip-menitip agar pelayanan berlangsung adil dan transparan.

“Komitmen semua, tidak ada yang namanya titip-menitip. Kalau tidak ada titip-menitip, semuanya aman,” ujarnya.

Ia berharap inovasi yang telah mendapat apresiasi melalui IGA tidak berhenti sebagai penghargaan semata, melainkan menjadi budaya kerja yang terus berkembang dan menginspirasi perangkat daerah lainnya.

“Jadikan ini kebiasaan. Kita bergerak bersama-sama, karena kita punya kemampuan dan kapasitas. Tinggal kemauan dan keyakinan kita,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *