PONTIANAK, AKCAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiagakan empat helikopter water bombing di Pontianak untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Keempat helikopter tersebut disiapkan untuk mendukung pemadaman dari udara apabila ditemukan titik api yang tidak dapat ditangani secara optimal oleh tim darat. Pengerahan helikopter akan disesuaikan dengan hasil patroli udara dan pengecekan lapangan.

Kepala Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan empat helikopter itu masih disiagakan sambil menunggu hasil pemantauan tim di lapangan.

Advertisement

“Heli WB masih ada empat yang distandbykan di Pontianak untuk menunggu hasil patroli dari Satgas Udara maupun Satgas Darat,” ujar Daniel, Minggu (18/10/2026).

Menurut Daniel, operasi water bombing akan dilakukan apabila tim menemukan titik api yang sulit dipadamkan melalui jalur darat, antara lain karena keterbatasan sumber air dan jauhnya akses menuju lokasi kebakaran.

“Apabila memang ada titik api dijumpai oleh Satgas Darat dan Satgas Udara, tidak dapat dipadamkan oleh Satgas Darat karena keterbatasan air dengan jarak tempuh yang cukup jauh, maka akan dilakukan operasi water bombing di wilayah tersebut,” jelasnya.

Hasil patroli udara dan pemeriksaan tim darat menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi yang membutuhkan dukungan pemadaman dari udara. Koordinasi kedua satuan tugas juga diperlukan agar pengerahan personel dan sarana pemadaman sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pemprov Kalimantan Barat bersama BPBD dan unsur terkait terus mengoptimalkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Dukungan helikopter diharapkan membantu mempercepat penanganan kebakaran, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau dan memiliki keterbatasan sumber air. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *