Di tepian Sungai Kapuas yang berliku, angin perubahan sedang berembus kencang. Embusan itu bukan sekadar hembusan biasa, melainkan gelombang semangat baru yang membawa harapan bagi ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta insan ekonomi kreatif di Bumi Bertuah.
Provinsi Kalimantan Barat sedang berada dalam momentum bersejarah menuju “naik kelas”. Sebuah sinergi langit dan bumi terjadi: geliat ekonomi yang menggembirakan berpadu dengan sentuhan kebijakan langsung dari pusat hingga ke pelosok kampung.
Asa yang Terealisasi: Sentuhan Langit untuk Bumi Khatulistiwa
Komitmen pemerintah pusat terhadap ekosistem UMKM di Kalbar terlihat nyata melalui kerja keras Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM).
Menyadari bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan, Menko PM mengajukan permohonan tambahan anggaran yang signifikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar mengakselerasi kesejahteraan, memastikan bahwa gelontoran stimulus ekonomi—seperti dana Rp200 triliun yang ditempatkan di Bank Himbara—benar-benar sampai dan dirasakan oleh usaha mikro hingga menengah.
Namun, intervensi kebijakan tidak berhenti di atas kertas. Sorotan utama tertuju pada Kampung Caping di Pontianak Tenggara. Ibu Wapres memberikan dukungan penuh terhadap sentra UMKM dan ekonomi kreatif di kawasan ikonik tersebut.
Kampung Caping yang dikenal sebagai destinasi wisata budaya tepi Sungai Kapuas, kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan dukungan penuh, rumah-rumah budaya yang berarsitektur Melayu itu disulap menjadi ruang interaksi sosial sekaligus etalase produk kreatif kebanggaan Kalbar.
Keyakinan bahwa UMKM Kalbar sedang “naik kelas” tidaklah semata-mata wacana. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan sebuah pencapaian monumental: Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada Triwulan I 2026 mencapai 6,14 persen (year-on-year).
Angka ini bukan hanya fantastis, tetapi juga melampaui capaian nasional yang tercatat sebesar 5,61 persen.
Tren positif ini menunjukkan konsistensi kebijakan yang luar biasa. Sejak tahun 2025, ekonomi Kalbar konsisten bertumbuh di atas rata-rata nasional.
Kenaikan ini didorong oleh kenaikan harga komoditas unggulan seperti Bauksit dan CPO serta Emas di pasar dunia, serta panen raya kelapa sawit dari kebun-kebun yang mulai berbuah setelah 3-5 tahun tanam. Lebih dari itu, ini adalah buah dari tata kelola yang baik.
Sejak awal kepemimpinan Norsan-Krisantus, tata kelola diperkuat dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) sehingga belanja APBD dan program OPD lebih terukur.
Akibatnya, proyek infrastruktur, bantuan pertanian, hingga perizinan usaha berjalan lebih cepat, menciptakan ekosistem yang ramah bagi pertumbuhan usaha kecil .
Kenaikan kelas ini tidak hanya terlihat di kertas statistik, tetapi di lapangan. Di Kampung Caping, para perajin anyaman caping dan bentuk-bentuk olahan UMKM lainnya juga merasakan lonjakan permintaan seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan yang datang menyusuri Sungai Kapuas.
Dukungan langsung dari Wapres memberikan suntikan moral sekaligus promosi that money can’t buy.
Sementara itu, di pasar-pasar para pedagang mulai merasakan kehangatan pemimpin yang hadir di tengah kesulitan. “Alhamdulillah, berarti rezeki para pelaku UMKM & Ekonomi Kreatif Kalbar masih ada dan terus menggeliat maju,” ujar Dr. Ita Nurcholifah Ketua APIMSA Kalbar.
Momen seperti ini merangkum esensi besar dari ekonomi yang berpihak pada rakyat.
Dengan peningkatan Upah Minimum Kota (UMK) di daerah seperti Kubu Raya yang naik hingga 7,70 persen, serta menguatnya sektor perdagangan besar dan eceran yang menyumbang 13,87 persen terhadap PDRB, Kalbar sedang memantapkan langkah.
Dari Istana Wapres hingga ke Kampung Caping, dari kebijakan fiskal hingga blusukan ke sentra UMKM & Ekonomi Kreatif, Kalbar sedang menari.
Tarian ekonomi kreasinya lincah, dan panggungnya adalah masa depan yang lebih cerah untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif. Ini adalah momentum. Kalbar benar-benar naik kelas.
Sharing Idea: Hery Arianto
(Pemerhati Sosial & Media).
Foto: ilustrasi AI









