PONTIANAK, AKCAYA Event Semarak Pariwisata, UMKM, dan Keuangan Kalimantan Barat (Saprahan Khatulistiwa) 2026 resmi dibuka di Ayani Megamall, Senin (4/5/2026). Kegiatan hasil kolaborasi Bank Indonesia dan Pemprov Kalbar ini menjadi upaya mendorong ekonomi lokal berbasis tradisi.

Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, menyampaikan pentingnya transformasi UMKM dan pariwisata agar lebih kompetitif.

“UMKM harus didorong naik kelas melalui inovasi, sertifikasi, branding, dan digitalisasi. Pariwisata juga harus dikelola lebih profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kinerja ekonomi Kalbar menunjukkan tren positif. Kunjungan wisatawan mancanegara pada Februari 2026 mencapai 10.299 orang atau naik 20,27% dibanding bulan sebelumnya.

Event ini juga menghadirkan program konkret seperti pendampingan ekspor, sertifikasi halal, penerbitan NIB, peluncuran desain baru Tenun Ikat Sintang, hingga kompetisi barista untuk generasi muda.

Harisson menegaskan, nilai saprahan menjadi simbol kebersamaan dalam pembangunan.

“Saprahan bukan hanya tentang kebersamaan di meja makan, tetapi juga kebersamaan membangun masa depan Kalbar,” katanya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kalbar yang mencapai 5,39% (yoy) pada 2025.

“Ini merupakan salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Kalimantan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pesatnya digitalisasi UMKM. Hingga Maret 2026, merchant QRIS di Kalbar mencapai 501 ribu dengan 16,7 juta transaksi.

“Mayoritas merchant berasal dari usaha mikro dan kecil, menandakan ekosistem pembayaran digital terus menguat,” jelas Ricky.

Menurutnya, nilai saprahan mencerminkan kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pemerataan ekonomi.

“Penguatan UMKM tidak bisa dilakukan sendiri, semua pihak harus duduk bersama,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, Forkopimda, hingga perwakilan luar negeri, dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif Kalbar. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *