PONTIANAK, AKCAYA – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura (Untan) periode 2022–2026, Ahmad Yani T, membantah tuduhan pelecehan seksual yang dikaitkan dengan dirinya.

Ahmad Yani menyampaikan bantahan tersebut dalam konferensi pers di Ruang Sidang FKIP Untan, Rabu (16/9/2026). Ia menegaskan siap memberikan keterangan kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Untan apabila diminta.

“Saya bersedia memberikan klarifikasi bila diminta oleh Satgas PPKPT Untan. Saya bersedia menerima semua sanksi hukum jika apa yang dituduhkan itu terbukti,” kata Ahmad Yani.

Advertisement

Menurut dia, tuduhan yang beredar melalui pemberitaan tersebut tidak benar. Ia mengaku sebelumnya memilih tidak memberikan tanggapan karena masih mempertimbangkan situasi dan perkembangan persoalan.

Namun, seiring pemberitaan mengenai dirinya terus berkembang, Ahmad Yani merasa perlu menyampaikan klarifikasi secara terbuka.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Rektor Untan dan seluruh sivitas akademika atas munculnya pemberitaan yang menurutnya menimbulkan pertanyaan di lingkungan kampus.

“Saya menyampaikan maaf sebesar-besarnya kepada Rektor Untan beserta seluruh sivitas akademika atas pemberitaan negatif terhadap diri saya, sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang sesungguhnya terjadi terhadap diri saya,” ujarnya.

Ahmad Yani mengatakan dirinya menghormati proses pemeriksaan yang dilakukan Satgas PPKPT. Namun, apabila hasil pemeriksaan menyatakan tuduhan tersebut tidak terbukti, ia menyebut akan mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan tuduhan tersebut.

Ia menyebut pihak yang dimaksud berasal dari internal FKIP maupun pihak di luar Untan. Menurutnya, persoalan tersebut harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Yani turut menjelaskan rekam jejaknya sebagai pendidik. Ia menyebut telah mengabdikan diri selama 38 tahun di dunia pendidikan dan berinteraksi dengan ribuan mahasiswa.

Ia menegaskan selama menjalankan aktivitas akademik berupaya menjaga batasan dalam berinteraksi dengan mahasiswa. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *