PONTIANAK, AKCAYA – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Barat (Kalbar) memperkuat langkah antisipasi gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Kanwil Ditjenpas Kalbar, Jayanta, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar untuk memastikan kesehatan pegawai maupun warga binaan di sejumlah Lapas dan Rutan tetap terjaga selama musim asap.
“Dengan musim asap kita kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan tim medis dari kita. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalbar dan Kepala Dinas Kesehatan yang sangat peduli dengan Lapas dan Rutan terkait asap ini,” ujar Jayanta.
Menurutnya, kondisi kabut asap menjadi perhatian karena Lapas dan Rutan merupakan lingkungan dengan jumlah penghuni yang cukup banyak. Karena itu, langkah pencegahan diperlukan untuk meminimalkan risiko gangguan pernapasan.
Selain pemantauan kesehatan, Kanwil Ditjenpas Kalbar juga menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan terkait pemeriksaan kesehatan melalui foto rontgen. Pemeriksaan tersebut ditujukan bagi pegawai maupun warga binaan di Lapas dan Rutan.
“Untuk mencegah ISPA, kita juga kerja sama dengan Dinas Kesehatan terkait foto rontgen untuk Lapas dan Rutan, baik untuk pegawai maupun warga binaan,” jelasnya.
Jayanta menegaskan, upaya tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan jajaran pemasyarakatan dalam menghadapi dampak buruk kualitas udara. Pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih dini apabila terdapat gangguan pada saluran pernapasan.
Koordinasi dengan Dinas Kesehatan juga menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan dapat dilakukan secara cepat apabila ditemukan pegawai maupun warga binaan yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap.
Kanwil Ditjenpas Kalbar berharap sinergi dengan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan dapat terus diperkuat selama kondisi kabut asap berlangsung. Dengan langkah preventif dan pemeriksaan kesehatan secara berkala, risiko ISPA di lingkungan Lapas dan Rutan diharapkan dapat ditekan.











