PONTIANAK, AKCAYA – Setelah sempat terhambat, ekspor produk hilirisasi bauksit dari Kalimantan Barat resmi kembali bergulir.
Kantor Staf Presiden (KSP) langsung turun tangan mengawal agar proses ini berjalan lancar dan tidak lagi tersandung persoalan administrasi maupun regulasi.
Momentum penting ini ditandai dengan kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan RI, Dudung Abdurachman, ke Pelabuhan Dwikora Pontianak menghadiri pelepasan ekspor komoditas Alumina Hydroxide dan Alumina Oxide oleh PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Jumat (7/8/2026).
Pada kesempatan tersebut, Dudung memastikan seluruh proses ekspor sudah siap dan berjalan tanpa hambatan.
Pada kesempatan yang sama, PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) kembali mengapalkan produknya ke pasar internasional. Sebanyak 44 kontainer berisi Alumina Hydroxide dan Alumina Oxide diberangkatkan sebagai tahap awal.
Pengiriman ini menjadi sinyal kuat bahwa industri hilirisasi bauksit di Kalimantan Barat kembali bergerak dan siap memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.
Dudung didampingi jajaran kementerian dan lembaga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Danantara Indonesia, serta BUMN terkait seperti Pelindo, MIND ID, ANTAM, INALUM, BAI, dan Sucofindo. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan sinergi yang solid untuk mendukung kelancaran hilirisasi.
Dudung menegaskan komitmen pemerintah melalui Asta Cita untuk mendorong hilirisasi yang berdaya saing tinggi.
“Kantor Staf Presiden hadir untuk memastikan berbagai hambatan regulasi maupun administrasi dapat diselesaikan, sehingga kepastian usaha dan kontribusi ekspor hasil hilirisasi bauksit PT ICA dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah di lapangan adalah bentuk komitmen agar investasi strategis nasional terus berkesinambungan, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, dan memperkuat daya saing produk nasional di pasar global.
Dengan kembali beroperasinya ekspor alumina dari Pontianak, pemerintah berharap industri hilirisasi bauksit di Kalimantan Barat semakin maju dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. (elp)










