PONTIANAK, AKCAYA – Pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat yang mulai terjadi pada 2 Juli 2026 dan semakin meluas pada 3–4 Juli 2026, akhirnya berakhir.
Kondisi yang disebabkan kerusakan teknis (kebocoran boiler) pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di sistem interkoneksi Kalbar, menyebabkan hampir seluruh wilayah di Kalbar mengalami pemadaman listrik bergilir.
Wilayah yang paling berdampak pemadaman yakni di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, dan sekitarnya dengan durasi sekitar lima hingga enam jam per siklus.
General Manager PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan mengatakan saat ini Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat telah berangsur normal setelah selesainya perbaikan pada unit PLTU yang mengalami gangguan kebocoran pada boiler.
“Seiring membaiknya kemampuan pasok daya, maka manajemen beban secara terbatas dan terukur yang berdampak pemadaman aliran listrik pelanggan sudah tidak diberlakukan lagi,” katanya, Minggu (12/7/2026).
PLN, kata dia, terus melakukan pemantauan secara intensif kondisi sistem dan infrastruktur kelistrikan secara menyeluruh, sebagai langkah preventif untuk semakin meningkatkan keandalan pasokan listrik.
“Apabila masih terdapat pelanggan yang mengalami gangguan kelistrikan di lokasi masing-masing, agar segera laporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 agar petugas dapat segera melakukan penanganan lebih lanjut,” imbau Maria.
Manajemen PLN juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan serta insan media atas pengertian, dukungan, dan kerjasama yang telah diberikan selama proses pemulihan berlangsung.
“PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dengan kesiapsiagaan operasi secara berkelanjutan demi menghadirkan layanan kelistrikan yang andal bagi seluruh masyarakat,” pungkas Maria. (elp)









