KUBU RAYA, AKCAYA – Pria berusia 32 tahun ditemukan meninggal dunia di kaki tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Jalan Simpang Banjar, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (25/9/2026).
Pria tersebut diketahui merupakan warga Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Polisi masih menyelidiki penyebab dan rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Korban pertama kali ditemukan seorang warga bernama Salamah yang sedang mencari rumput di kebun kelapa sekitar lokasi. Saat melihat sosok manusia di kawasan tower, Salamah sempat kembali ke rumah karena ketakutan.
Salamah kemudian kembali ke lokasi untuk memastikan temuannya. Setelah memastikan sosok tersebut merupakan manusia, ia kembali ke rumah dan mengajak anaknya.
“Sekitar pukul 16.00 WIB, Salamah bersama anaknya kembali mendatangi lokasi. Anak Salamah kemudian mendokumentasikan kondisi yang dilihatnya menggunakan telepon seluler dan mengirimkan dokumentasi tersebut kepada Kepala Dusun Desa Sungai Rengas,” kata Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade, Sabtu (26/9/2026).
Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Sungai Kakap. Polisi bersama Tim Inafis Polres Kubu Raya mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).
Di sekitar korban, petugas menemukan sebuah tas berisi sejumlah barang dan dokumen identitas. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus dan celana pendek berwarna hitam.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Hasil visum et repertum menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh korban,” ujar Ade.
Polisi telah menghubungi keluarga korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui telah merantau ke wilayah Pontianak selama sekitar satu tahun untuk mencari pekerjaan.
Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap penyebab serta rangkaian kejadian yang berujung pada kematian korban.
“Polsek Sungai Kakap masih melakukan pendalaman untuk mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia,” kata Ade. (elp)











