PONTIANAK, AKCAYA – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kalimantan Barat menjadi salah satu ruang untuk memperkuat persaudaraan dan merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Pesan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dalam sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, saat membuka Pesparani Katolik Kalbar di Aula Gedung Pasifikus lantai 3, Pontianak, Jumat (16/10/2026).

Dalam sambutannya, Norsan menekankan bahwa keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekayaan yang perlu dijaga bersama. Menurutnya, Pesparani tidak sekadar menjadi ajang menampilkan kemampuan bernyanyi, tetapi juga sarana menghayati iman dan mempererat hubungan antarsesama.

Advertisement

“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi dipadukan menjadi keindahan,” demikian pesan Norsan.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi menjadikan setiap penampilan sebagai bentuk pujian kepada Tuhan. Sportivitas dan persaudaraan, menurutnya, perlu tetap dijunjung selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Donata Dirasig Krisantus Kurniawan, berharap Pesparani dapat menjadi wadah bagi umat Katolik untuk mengembangkan bakat di bidang seni paduan suara gerejani.

Ia menilai kegiatan tersebut juga memiliki peran dalam memperkuat penghayatan iman dan menumbuhkan sikap toleransi. Dengan demikian, umat Katolik diharapkan terus mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat serta menjaga kerukunan di Kalimantan Barat.

Pembukaan Pesparani Katolik Kalbar turut dihadiri anggota DPR RI Adrianus Asia Sidot, sejumlah bupati di Kalimantan Barat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, serta umat Katolik dari Kota Pontianak. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *