PONTIANAK, AKCAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan Satgas Darat untuk melakukan pengecekan langsung terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan pengecekan lapangan atau ground check dilakukan untuk memastikan titik panas yang terpantau tidak berkembang menjadi kebakaran.
“Satgas Darat diarahkan melakukan ground check di wilayah masing-masing untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyebabkan karhutla,” kata Daniel, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, verifikasi langsung diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Data titik panas dari hasil pemantauan menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan langkah penanganan.
Daniel mengatakan Pemprov Kalbar tetap memfokuskan penanganan terhadap potensi karhutla dan dampak asap yang ditimbulkan.
“Pemprov Kalbar tetap melakukan konsentrasi penuh dan mengerahkan kekuatan penuh dalam menanggulangi bencana asap akibat karhutla di wilayah Provinsi Kalbar,” ujarnya.
Selain pengerahan Satgas Darat, penanganan juga didukung Satgas Udara. Sebelumnya, operasi udara difokuskan pada wilayah Ketapang dan sekitarnya, Kayong Utara, serta Kubu Raya.
Jika ditemukan titik api yang tidak dapat ditangani oleh petugas di darat, informasi akan diteruskan untuk mendapatkan dukungan operasi udara, termasuk water bombing.
Pola penanganan tersebut dilakukan melalui pemantauan titik panas, verifikasi langsung di lapangan, hingga pengerahan sumber daya sesuai kondisi di masing-masing wilayah.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas sekaligus menekan potensi munculnya asap yang berdampak terhadap masyarakat. (elp)











