Kasus dugaan penganiayaan yang nyeret nama Rien Wartia Trigina alias Erin makin runyam. Kali ini, tim hukumnya mau ambil langkah tegas dengan nyomasi agen penyalur ART yang kirim asisten berinisial H ke rumahnya.
Pihak Erin ngerasa tuduhan kekerasan itu cuma fitnah yang bikin nama dia rusak. Mereka juga nyorot agen yang dinilai harus tanggung jawab atas tenaga kerja yang mereka salurkan—apalagi sampai bikin drama hukum.
Di proses nanti, keterangan dari agen bakal jadi kunci buat bongkar apa yang sebenarnya terjadi. Tim hukum curiga ada info yang nggak sinkron antara janji agen dan kenyataan di lapangan.
Sekarang, fokus Erin cuma satu: balikin nama baiknya yang udah kena imbas di mana-mana. Semua urusan hukum udah diserahin ke pengacaranya, termasuk Siti Hajar yang siap kirim somasi.
“Eh, jadi mungkin untuk lebih jelasnya lagi, ini kita juga akan lebih pertegas dengan melakukan, mungkin akan melakukan somasi,” ucap Siti Hajar saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).
Kasus ini mulai panas sejak H nuduh Erin melakukan kekerasan. Tapi Erin langsung bantah dan malah ngerasa jadi korban karena dapet ART yang bermasalah dari agen resmi.
Erin juga kecewa karena baru kurang dari sebulan kerja, ART tersebut udah bikin heboh, padahal dia udah bayar penuh ke agen.
“Belum satu bulan. Dan saya juga udah bayar ke penyalur itu kan, jadi ya, kita lihat ajalah prosesnya,” tutur Erin.
Sekarang, Erin berharap pihak penyalur bisa jujur dan kooperatif biar masalah ini cepat kelar dan nggak makin panjang.(elp)





