PONTIANAK, AKCAYA – Meningkatnya kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) yang memicu ancaman kabut asap mendorong Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar mengambil langkah nyata.

Melalui gerakan ASN Kalbar Peduli Bencana, jajaran ASN BPSDM Kalbar turun langsung ke lapangan dengan membagikan ribuan masker secara gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Aksi sosial tersebut menyasar sejumlah titik keramaian dan ruas jalan protokol. Masker diberikan sebagai perlindungan awal bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah paparan asap akibat Karhutla.

Advertisement

Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari mengatakan, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian sekaligus langkah preventif untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Langkah sederhana ini menjadi bentuk nyata kepedulian ASN Kalbar dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap. Selain membagikan alat pelindung diri, kita juga ingin meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga kesehatan serta kelestarian lingkungan di tengah kondisi bencana karhutla,” ujar Windy, Kamis (13/8/2026).

Menurut Windy, peran ASN dalam situasi bencana tidak semestinya hanya berkutat pada pekerjaan administratif di dalam kantor.

Ketika masyarakat menghadapi ancaman Karhutla dan kabut asap, ASN dituntut untuk lebih responsif dan hadir secara langsung memberikan dukungan kepada warga.

Ia berharap kehadiran jajaran BPSDM Kalbar di lapangan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan perlindungan berupa masker, tetapi juga meningkatkan kesadaran mengenai bahaya paparan asap terhadap kesehatan.

“ASN Kalbar hadir dan bergerak, masyarakat terlindungi. Ini adalah komitmen kami. Kami ingin memastikan bahwa negara, melalui instansi daerah, betul-betul ada saat masyarakat membutuhkan bantuan sekecil apa pun,” tuturnya.

Windy juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi kualitas udara dan tetap memperhatikan kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan.

Terlebih, paparan asap Karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan, termasuk ISPA, terutama bagi kelompok rentan.

Selain perlindungan terhadap masyarakat, Windy menilai pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Pemerintah, aparat, dunia usaha hingga masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Karena itu, aksi ASN Kalbar Peduli Bencana diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap dampak Karhutla.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan yang lebih luas,” katanya.

Ia berharap semangat kepedulian dan gotong royong terus diperkuat selama masa rawan Karhutla berlangsung.

“Bersama tingkatkan kepedulian, perkuat gotong royong, dan mari kita hadapi kondisi bencana ini dengan tingkat kesiapsiagaan yang penuh,” pungkas Windy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *