PONTIANAK, AKCAYA – Fakultas MIPA dan Teknologi (FMIPATEK) Universitas PGRI Pontianak memperluas jejaring akademik internasional melalui keterlibatan sebagai co-host dalam kegiatan International Community Services (ICS) 2026 di Davao, Filipina, Jumat (9/10/2026).

Dalam forum internasional tersebut, FMIPATEK melibatkan delapan dosen sebagai narasumber yang berpartisipasi secara daring. Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas negara sekaligus memperkenalkan kompetensi akademisi Universitas PGRI Pontianak di tingkat internasional.

ICS 2026 mempertemukan akademisi dan mitra institusi pendidikan dari Indonesia dan Filipina untuk berbagi pengetahuan, inovasi, serta praktik pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan.

Advertisement

Kegiatan ini mengusung tema “Accelerating the SDGs through Applied Science, Human-Centered AI, Social Innovation, and Transformative Education”. Tema tersebut menekankan peran sains terapan, kecerdasan artifisial yang berorientasi pada manusia, inovasi sosial, dan transformasi pendidikan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Rektor Universitas PGRI Pontianak, Muhamad Firdaus, turut menyampaikan dukungan terhadap keterlibatan FMIPATEK dalam forum tersebut.

Menurut Firdaus, partisipasi dalam kegiatan internasional merupakan bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi dan meningkatkan kontribusi akademisi dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat.

“Universitas PGRI Pontianak terus mendorong seluruh fakultas untuk memperluas kolaborasi, meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, dan mengambil peran dalam forum akademik internasional. Keterlibatan FMIPATEK dalam kegiatan ini merupakan langkah positif untuk memperkuat jejaring kerja sama sekaligus memperkenalkan kompetensi dan inovasi dosen Universitas PGRI Pontianak kepada masyarakat akademik internasional,” ujar Firdaus.

Ia menambahkan, partisipasi dalam forum internasional perlu ditindaklanjuti melalui kerja sama yang berkesinambungan, baik dalam bidang penelitian, pendidikan, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Ke depan, kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus dikembangkan menjadi kolaborasi yang berkelanjutan, baik dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, penelitian, maupun pengembangan pendidikan. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan pembangunan,” tambahnya.

Sementara itu Dekan FMIPATEK Universitas PGRI Pontianak, Yudi Darma, menyampaikan apresiasi atas dukungan Rektor dan pimpinan universitas terhadap upaya fakultas memperluas kolaborasi akademik internasional.

Menurutnya, dukungan institusi menjadi modal penting bagi dosen untuk memperluas jejaring, mengembangkan pengetahuan, serta meningkatkan kontribusi akademik melalui forum internasional.

“Dukungan Rektor dan pimpinan universitas menjadi energi penting bagi FMIPATEK untuk terus mengembangkan kolaborasi, memperluas jejaring akademik, dan meningkatkan kontribusi dosen dalam forum internasional. Bagi kami, kerja sama internasional bukan sekadar tentang memperluas jejaring, tetapi juga bagaimana pengetahuan, riset, dan inovasi yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Yudi Darma.

Ia menegaskan, partisipasi dalam ICS 2026 menjadi kesempatan bagi akademisi Indonesia untuk berbagi keahlian dan inovasi dalam menjawab tantangan pendidikan serta pembangunan berkelanjutan.

Yudi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan sains dan teknologi secara bertanggung jawab, terutama di tengah perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin memengaruhi berbagai bidang kehidupan.

“Perkembangan sains dan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial, menuntut perguruan tinggi untuk semakin adaptif, kolaboratif, dan bertanggung jawab. Teknologi harus ditempatkan sebagai sarana untuk memperkuat kapasitas manusia, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia berharap kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dapat dikembangkan menjadi program bersama yang berkelanjutan, sehingga pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada pertukaran gagasan.

Adapun delapan dosen FMIPATEK yang menjadi narasumber dalam ICS 2026 adalah Wahyudi, Sandie, Muhammad Arpan, Dochi Ramadhani, Anggun Cynthia Putri, Mustofa, Hartono, dan Tesa Manisa.

Para dosen tersebut mewakili beragam bidang keilmuan, mulai dari pendidikan teknologi informasi, sistem informasi, informatika, sains informasi geografi, pendidikan matematika, pendidikan biologi, hingga pendidikan fisika.

Materi yang disampaikan mencerminkan penerapan sains dan teknologi dalam pendidikan serta pemecahan persoalan masyarakat. Topik yang diangkat antara lain pembelajaran pemrograman dan kecerdasan artifisial, pengembangan video pembelajaran animasi berbantuan AI, pemanfaatan AI dalam teknologi finansial, serta pemetaan spasial partisipatif untuk penanganan tumpang tindih batas administrasi.

Selain itu, para narasumber membahas pemanfaatan augmented reality untuk pembelajaran interaktif, penggunaan mikrokontroler Arduino, serta pengembangan asesmen berbasis proyek dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam.

Keberagaman topik tersebut menunjukkan pendekatan multidisipliner yang dikembangkan para dosen FMIPATEK dalam mengintegrasikan sains, teknologi, dan inovasi pendidikan.

Melalui forum internasional ini, pengalaman dan inovasi yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan lokal berpeluang dipertukarkan serta diadaptasi bersama mitra dari negara lain.

Keterlibatan FMIPATEK dalam ICS 2026 diharapkan menjadi landasan untuk memperluas kemitraan internasional, meningkatkan kapasitas dosen, serta mengembangkan program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan dukungan pimpinan universitas, FMIPATEK Universitas PGRI Pontianak berkomitmen memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan sains serta teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *