KUBU RAYA, AKCAYA – Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian warisan sejarah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kawasan Cagar Budaya Masjid Batu, Desa Telok Pakedai Hulu, Kabupaten Kubu Raya.
Program tersebut dipimpin Ketua Tim PKM Cagar Budaya Masjid Batu, Agus Riyanto, dengan mengusung tema “Pengabdian kepada Masyarakat: Revitalisasi Instalasi Kelistrikan dan Digitalisasi Papan Informasi di Kawasan Cagar Budaya Masjid Batu Telok Pakedai.”
Agus mengatakan, kegiatan difokuskan pada revitalisasi instalasi kelistrikan di kompleks situs cagar budaya. Pembenahan dilakukan untuk meningkatkan keamanan jamaah dan pengunjung, terutama dari potensi gangguan kelistrikan maupun bahaya arus pendek.
“Selain pembenahan jaringan listrik, tim Polnep menghadirkan inovasi berupa digitalisasi papan informasi menggunakan Running Text berbasis LED P10,” jelas Agus.
Menurutnya, papan informasi digital tersebut menjadi sarana untuk memperbarui penyampaian informasi mengenai sejarah Masjid Batu, nilai-nilai yang terkandung di kawasan cagar budaya, hingga jadwal kegiatan ibadah dan aktivitas kemasyarakatan.
Agus menilai, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen akademisi dalam membantu masyarakat menjaga keberadaan sekaligus fungsi situs bersejarah.
Keberadaan fasilitas yang aman dan informatif, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan kawasan cagar budaya. Selain memberikan kenyamanan bagi jamaah, fasilitas tersebut juga dapat memperkuat daya tarik kawasan bagi masyarakat maupun pengunjung yang ingin mengetahui sejarah Masjid Batu.
“Selain memberikan kenyamanan bagi jamaah, fasilitas tersebut juga dapat memperkuat daya tarik kawasan bagi pengunjung yang ingin mengetahui sejarah Masjid Batu,” ungkap Agus.
Kehadiran instalasi kelistrikan yang lebih aman serta papan informasi digital juga diharapkan membantu penataan kawasan agar lebih modern, rapi dan informatif.
Fasilitas tersebut dapat mendukung kunjungan wisatawan religi maupun peneliti yang datang untuk mempelajari sejarah Masjid Batu.
Tidak hanya membangun dan memasang fasilitas, tim Polnep juga memberikan pendampingan serta pelatihan operasional kepada pengurus masjid setempat.
Agus menyebut pendampingan dilakukan agar pengelola mampu mengoperasikan sekaligus merawat fasilitas yang telah diserahterimakan. Dengan demikian, manfaat program pengabdian tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat terus dirasakan dalam pengelolaan kawasan.
“Revitalisasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga Cagar Budaya Masjid Batu Telok Pakedai secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Perpaduan antara pelestarian bangunan dan pemanfaatan teknologi informasi diharapkan membuat nilai sejarah kawasan tetap terjaga sekaligus lebih mudah dikenalkan kepada generasi mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, Polnep juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya dalam pelestarian warisan sejarah dan pengembangan kawasan yang memiliki nilai budaya.
Pengelola situs cagar budaya bersama Pemerintah Desa Telok Pakedai Hulu menyambut positif program pengabdian yang dilakukan tim Polnep tersebut.
Program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberadaan Cagar Budaya Masjid Batu, sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang ibadah, edukasi sejarah, dan aktivitas masyarakat.











