PONTIANAK, AKCAYA – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu diterapkan menjadi kinerja yang berdampak.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui BPSDM Kalbar Podcast bertajuk “TVET x ASN: Saat Skill Menjadi Life Changer, From Skills to Performance” yang menghadirkan akademisi dari Malaysia, Prof. Dr. Ilham Sentosa, MPA., Ph.D. dari Universiti Kuala Lumpur.

Podcast tersebut juga menghadirkan Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari. Keduanya membahas peran Technical and Vocational Education and Training (TVET) dalam memperkuat keterampilan dan kompetensi ASN menghadapi tuntutan dunia kerja yang terus berubah.

Advertisement

Windy mengatakan, pengembangan kompetensi ASN harus diarahkan pada kemampuan yang benar-benar dapat digunakan dalam pelaksanaan tugas.

Menurutnya, perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan masyarakat serta tuntutan terhadap kualitas pelayanan publik membuat aparatur perlu memiliki kompetensi yang adaptif.

“Skill bukan sekadar kemampuan, tetapi bagaimana keterampilan tersebut dapat menjadi life changer dan diterjemahkan menjadi performance,” ujarnya dalam podcast tersebut.

Windy menjelaskan, pembelajaran bagi ASN tidak cukup hanya menghasilkan pengetahuan maupun sertifikat pelatihan. Kompetensi yang diperoleh harus mampu diterapkan dalam pekerjaan dan memberikan perubahan terhadap kualitas kinerja.

Karena itu, pendekatan pengembangan kompetensi juga perlu menyesuaikan kebutuhan organisasi dan perkembangan dunia kerja.

Melalui podcast ini, BPSDM Kalbar membuka ruang pertukaran pengetahuan dengan akademisi dari luar negeri. Perspektif dari Malaysia diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan model pembelajaran dan peningkatan keterampilan ASN di Kalimantan Barat.

Prof. Ilham Sentosa dari Universiti Kuala Lumpur turut memberikan perspektif akademik mengenai pentingnya pendidikan vokasi dan keterampilan dalam membangun sumber daya manusia yang mampu beradaptasi.

Pembahasan TVET menjadi relevan dengan kebutuhan ASN saat ini. Aparatur tidak hanya dituntut memiliki kemampuan administratif, tetapi juga keterampilan teknis, penguasaan teknologi, kemampuan beradaptasi serta kecakapan dalam memberikan pelayanan yang efektif.

BPSDM Kalbar melihat penguatan keterampilan sebagai bagian penting dalam membangun ASN yang lebih produktif dan responsif terhadap perubahan.

Konsep from skills to performance yang diangkat dalam podcast tersebut menekankan pentingnya menghubungkan keterampilan yang dimiliki aparatur dengan hasil kerja.

Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menjadi aktivitas peningkatan kapasitas, tetapi menjadi investasi sumber daya manusia yang memberikan dampak langsung terhadap organisasi dan pelayanan masyarakat.

BPSDM Kalbar berharap pertukaran perspektif bersama akademisi Malaysia tersebut dapat memperkaya wawasan dalam merancang pengembangan kompetensi ASN di Kalimantan Barat.

Podcast “TVET x ASN: Saat Skill Menjadi Life Changer, From Skills to Performance” dijadwalkan tayang melalui YouTube BPSDM Kalbar TV pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *