PONTIANAK, AKCAYA – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Sebanyak 10 penghargaan Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 berhasil diraih melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Penghargaan tersebut diberikan atas sejumlah program yang berfokus pada pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesetaraan dan inklusi sosial, hingga konservasi keanekaragaman hayati.
ISRA 2026 menjadi ajang apresiasi sekaligus forum kolaborasi bagi perusahaan, pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan pemangku kepentingan dalam mendorong praktik keberlanjutan serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Tahun ini, ISRA mengusung tema “Catalyzing Collective Change for Scalable Impact”.
Dari 10 penghargaan yang diraih, sejumlah unit operasi Pertamina Patra Niaga di wilayah Kalimantan berhasil menunjukkan kontribusinya melalui program yang dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah masing-masing.
Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor meraih penghargaan Gold kategori Biodiversity Conservation melalui program Konservasi Rusa Sambar dan Tanaman Endemik Kalimantan.
Unit tersebut juga meraih penghargaan Silver kategori Education melalui program Eco Green School.
Sementara itu, AFT Supadio meraih Gold kategori Gender Equality & Social Inclusion melalui program Aku Tangkas dan Silver kategori Economic Empowerment melalui program Pelita Patra Bahari.
Fuel Terminal (FT) Samarinda turut menyumbangkan penghargaan melalui program Pendikresa yang meraih Silverkategori Education.
Pada kategori Economic Empowerment, Integrated Terminal (IT) Balikpapan dan IT Pontianak masing-masing meraih penghargaan Gold melalui program Kawan Patra dan Kampung Gambut Siantan Hilir.
Penghargaan lainnya diraih AFT Sepinggan melalui program Taliwara, IT Banjarmasin melalui Pasar Teras Bersama, serta FT Tarakan melalui Kampung LESTARI. Ketiganya memperoleh penghargaan Bronze pada kategori Economic Empowerment.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi perusahaan bersama masyarakat, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, setiap program TJSL dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi lokal sehingga masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pemberdayaan.
“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memastikan program TJSL memberikan manfaat yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Setiap program dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal sehingga masyarakat dapat berperan sebagai penggerak utama dalam menciptakan perubahan,” ujar Edi.
Ia menambahkan, keberagaman program yang meraih penghargaan menunjukkan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Menurut Edi, keberhasilan program tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi agar dampak positif dari program-program ini semakin luas, mampu mendorong kemandirian masyarakat, serta dapat dikembangkan maupun direplikasi sesuai kebutuhan di wilayah lainnya,” tambahnya.
Raihan 10 penghargaan ISRA 2026 menjadi dorongan bagi Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan untuk terus memperluas manfaat program TJSL.
Melalui berbagai program tersebut, perusahaan berkomitmen menghadirkan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah Kalimantan.











