PONTIANAK, AKCAYA – Prestasi akademik kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas PGRI (UPGRI) Pontianak. Wakil Rektor II UPGRI Pontianak yang juga Sekretaris Umum PGRI Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Suherdiyanto, resmi menyandang gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka Program Doktor Pendidikan Agama Islam Multikultural Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (16/7/2026).
Dalam sidang promosi doktor tersebut, Suherdiyanto mempresentasikan disertasi berjudul “Budaya Multikultural sebagai Modal Menciptakan Hidup Harmoni Perspektif Pendidikan Islam Multikultural di Universitas PGRI Pontianak.”
Penelitian itu mengupas bagaimana budaya multikultural yang berkembang di lingkungan Universitas PGRI Pontianak menjadi modal sosial dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sivitas akademika.
Melalui perspektif Pendidikan Islam Multikultural, disertasi tersebut menegaskan pentingnya penguatan nilai toleransi, saling menghormati, serta hidup berdampingan secara damai sebagai fondasi menciptakan kampus yang inklusif sekaligus memperkuat persatuan dalam masyarakat yang majemuk.
Keberhasilan tersebut menjadi capaian penting bagi Universitas PGRI Pontianak yang selama ini terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan kompetensi dosen maupun pimpinan perguruan tinggi.
Rektor Universitas PGRI Pontianak, Muhamad Firdaus, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Suherdiyanto meraih gelar akademik tertinggi tersebut.
“Atas nama sivitas akademika Universitas PGRI Pontianak, kami mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas diraihnya gelar doktor oleh Wakil Rektor II. Capaian ini merupakan kebanggaan bagi institusi sekaligus menjadi bukti komitmen Universitas PGRI Pontianak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Menurut Firdaus, peningkatan kualifikasi akademik dosen dan pimpinan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya mewujudkan Universitas PGRI Pontianak sebagai kampus yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Ia juga menilai tema disertasi yang mengangkat budaya multikultural sangat relevan dengan kondisi Kalimantan Barat yang dikenal memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan etnis.
“Nilai-nilai multikultural harus terus dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi. Kampus memiliki peran strategis dalam menanamkan sikap toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas PGRI Pontianak Suherdiyanto berharap hasil penelitiannya dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kebijakan akademik, peningkatan mutu pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di Universitas PGRI Pontianak.
Ia juga berharap keberhasilannya dapat menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus meningkatkan kompetensi akademik hingga jenjang pendidikan tertinggi.
“Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh dosen Universitas PGRI Pontianak untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya akademik, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan pendidikan di Kalbar maupun Indonesia,” pungkasnya.









