SAMBAS, AKCAYA – Desa Temajuk di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, dinilai memiliki potensi wisata yang lebih unggul dibandingkan Teluk Melano di Malaysia.
Selain menyuguhkan garis pantai yang panjang dan eksotis, kawasan perbatasan ini juga dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan perdagangan lintas negara.
Penilaian tersebut disampaikan Gubernur Kalbar, Ria Norsan, saat meninjau kawasan perbatasan di Pos Lintas Batas (PLB) Indonesia-Malaysia yang berada di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Minggu (14/6/2026).
Menurut Norsan, Temajuk memiliki keunggulan alam yang sulit ditandingi, terutama dari sisi bentang pantai yang membentang sekitar enam kilometer dengan hamparan pasir putih yang indah.
Kawasan ini juga menjadi habitat penyu serta memiliki gugusan batu-batu besar yang menambah daya tarik wisata.
“Pantai Temajuk cukup panjang, kurang lebih enam kilometer dengan hamparan pasir yang indah. Selain itu ada habitat penyu dan pemandangan batu-batu besar yang menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Ia pun membandingkan destinasi tersebut dengan Teluk Melano yang berada tepat di seberang perbatasan Malaysia.
“Teluk Melano juga indah, tetapi pantainya tidak sepanjang yang ada di Temajuk. Temajuk memiliki potensi wisata yang sangat besar untuk terus dikembangkan,” katanya.
Tak hanya mengandalkan keindahan alam, Temajuk juga dinilai memiliki kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi yang lebih dinamis.
Kondisi tersebut menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang berkunjung sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Norsan optimistis pembukaan kembali Pos Lintas Batas akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.
Dengan beroperasinya akses resmi tersebut, perdagangan bilateral antara Temajuk dan Teluk Melano diperkirakan akan semakin berkembang.
“Ke depan akan terjadi perdagangan bilateral antara Teluk Melano dan Temajuk. Ini menjadi peluang ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat kedua wilayah,” tambahnya.
Selain sektor wisata dan perdagangan, kawasan perairan perbatasan juga menyimpan potensi sumber daya kelautan yang melimpah.
Berbagai komoditas perikanan hingga lobster dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan masyarakat.
“Potensi ikan kita banyak. Lobster juga menjadi salah satu komoditas unggulan yang bisa dikembangkan,” pungkasnya. (elp)










