PONTIANAK, AKCAYA – Universitas PGRI Pontianak kembali mencatatkan sejarah penting dalam perjalanan panjangnya. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berhasil meraih Akreditasi Unggul, predikat tertinggi dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Capaian tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah Universitas PGRI Pontianak sejak berdiri pada tahun 1981. Prestasi ini sekaligus menandai tonggak baru dalam transformasi mutu pendidikan dan penguatan reputasi akademik kampus yang kini terus berkembang di Kalimantan Barat.
Pencapaian ini menjadi semakin istimewa karena diraih pada masa kepemimpinan Rektor Universitas PGRI Pontianak, Muhamad Firdaus. Di bawah kepemimpinannya, kampus ini tidak hanya berhasil bertransformasi dari IKIP PGRI Pontianak menjadi universitas, tetapi juga mencatatkan sejarah dengan lahirnya program studi pertama yang memperoleh predikat Akreditasi Unggul.
Rektor Universitas PGRI Pontianak, Muhamad Firdaus, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas capaian tersebut.
“Akreditasi Unggul ini merupakan prestasi besar Universitas PGRI Pontianak. Capaian ini adalah hasil kerja keras, dedikasi, kolaborasi, dan komitmen seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, yayasan hingga para mitra yang selama ini mendukung pengembangan kampus,” ujarnya.
Menurut Firdaus, keberhasilan meraih Akreditasi Unggul menjadi bukti bahwa budaya mutu yang selama ini dibangun secara konsisten mulai menunjukkan hasil yang nyata.
“Kami bersyukur karena untuk pertama kalinya sejak kampus ini berdiri pada tahun 1981, predikat Akreditasi Unggul berhasil diraih. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan bahwa Universitas PGRI Pontianak semakin mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.
Dekan Fakultas Bahasa, Seni, dan Kejuruan, Dedi Irwan, menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil konsistensi dalam membangun kualitas akademik dan tata kelola program studi secara berkelanjutan.
“Akreditasi Unggul merupakan pengakuan atas kualitas yang telah dibangun secara berkelanjutan. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris memiliki dosen yang kompeten, kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, budaya akademik yang kuat, jejaring kerja sama yang luas, serta lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi pemacu semangat bagi program studi lainnya di lingkungan Universitas PGRI Pontianak untuk terus meningkatkan mutu dan prestasi.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Maliqul Hafis, menegaskan bahwa predikat Unggul merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan program studi selama bertahun-tahun.
“Predikat Unggul merupakan amanah yang harus kami jaga. Ke depan kami akan terus memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama internasional, serta pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu menjadi pendidik dan profesional yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” tegasnya.
Sebagai salah satu program studi unggulan di lingkungan Universitas PGRI Pontianak, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris terus menunjukkan perkembangan signifikan melalui berbagai inovasi pembelajaran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta penguatan kerja sama nasional dan internasional.
Dengan status Akreditasi Unggul, program studi ini kini hadir dengan jaminan mutu terbaik bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi bahasa Inggris, baik sebagai pendidik, peneliti, penerjemah maupun profesional di berbagai bidang.
Raihan Akreditasi Unggul tersebut sekaligus mempertegas komitmen Universitas PGRI Pontianak untuk terus menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing dalam mencetak generasi muda Kalimantan Barat dan Indonesia yang siap menghadapi tantangan global.










