PONTIANAK, AKCAYA – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat dengan mengoperasikan tambahan 11 mobil tangki yang didukung 28 awak mobil tangki.

Penguatan distribusi tersebut dilakukan untuk menjaga pelayanan BBM kepada masyarakat di tengah penyesuaian jalur suplai akibat surutnya Sungai Kapuas. Pertamina juga mengoptimalkan operasional Integrated Terminal (IT) Pontianak selama 24 jam serta memanfaatkan Terminal Penyangga Tayan–Sanggau sebagai titik suplai tambahan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan penambahan armada dilakukan untuk memperkuat pengiriman BBM ke sejumlah wilayah di Kalbar.

Advertisement

“Kami memahami ketidaknyamanan masyarakat yang harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan BBM. Tambahan armada dan awak mobil tangki telah dioperasikan untuk memperkuat pengiriman. Kami juga mengoptimalkan pelayanan terminal dan menata jadwal distribusi agar pasokan ke SPBU dapat mendukung kebutuhan masyarakat,” ujar Edi, Selasa (6/10/2026).

Hingga 6 Oktober 2026, tambahan armada tersebut telah beroperasi secara bertahap untuk mendukung distribusi di Kota Pontianak serta wilayah Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu, termasuk Putussibau.

Penguatan armada dilakukan seiring penyesuaian titik suplai sejumlah SPBU yang sebelumnya mendapatkan pasokan melalui Fuel Terminal (FT) Sintang menjadi melalui IT Pontianak.

Penyesuaian tersebut dilakukan karena surutnya Sungai Kapuas menghambat akses kapal pengangkut BBM menuju FT Sintang. Kondisi itu berdampak terhadap penerimaan pasokan di terminal sehingga sebagian pengiriman ke SPBU di wilayah terdampak dialihkan melalui jalur darat dari IT Pontianak.

Perubahan jalur suplai tersebut meningkatkan aktivitas pengisian di IT Pontianak sekaligus memperpanjang waktu tempuh pengiriman menuju sejumlah wilayah tujuan.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina mengoptimalkan operasional IT Pontianak selama 24 jam dengan menambah petugas dan mengatur giliran kerja.

Jadwal pengiriman juga disesuaikan dengan kondisi persediaan di SPBU, kesiapan armada, kapasitas pengisian terminal, serta waktu tempuh menuju lokasi tujuan. Dalam pelaksanaannya, Pertamina tetap memperhatikan waktu istirahat awak mobil tangki untuk memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas.

Selain IT Pontianak, Pertamina mengoptimalkan Terminal Penyangga Tayan–Sanggau yang telah beroperasi sejak 8 September 2026 untuk mendukung penyaluran Biosolar ke wilayah hulu Kalimantan Barat.

Melalui sistem direct loading, Biosolar dipindahkan langsung dari kapal ke mobil tangki untuk kemudian didistribusikan ke SPBU. Titik suplai tambahan tersebut membantu memperpendek jalur pengiriman menuju Sanggau, Sintang, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu hingga Putussibau.

Pertamina juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk menjaga ketertiban pelayanan sekaligus membantu konsumen yang mengalami kendala dalam mendapatkan BBM.

Di Sintang, Pertamina turut mendukung pengaturan pelayanan Pertalite yang ditetapkan pemerintah kabupaten melalui sistem ganjil-genap pada 1–7 Oktober 2026. Dukungan tersebut meliputi penyampaian informasi mengenai jadwal pengisian serta pemeriksaan kesesuaian dokumen dan data kendaraan sesuai ketentuan.

Selain itu, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, dan pengelola SPBU untuk mengevaluasi kondisi distribusi dan pelayanan di lapangan.

Masukan dari masyarakat juga menjadi bagian dari evaluasi Pertamina. Salah satunya disampaikan Forum Ikatan Supir Sintang (FISS) saat bersilaturahmi ke FT Sintang pada 29 September 2026.

Edi mengatakan Pertamina menghargai kesabaran dan dukungan masyarakat selama proses penguatan distribusi berlangsung.

“Terima kasih atas kesabaran dan kerja sama masyarakat. Kami terus memantau pengiriman serta berkoordinasi dengan SPBU agar informasi pelayanan disampaikan dengan jelas dan ramah. Kami mengajak masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menyampaikan kendala kepada petugas agar dapat dibantu,” kata Edi.

Untuk informasi maupun pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang melayani selama 24 jam. Informasi terkini juga tersedia melalui akun media sosial resmi @pertaminapatraniaga dan @pertamina135.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *