PONTIANAK, AKCAYA – Hujan yang mengguyur Kota Pontianak dalam sepekan terakhir membawa kabar baik dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak memastikan tidak ditemukan titik api di wilayah kota dalam satu bulan terakhir.
Kepala BPBD Kota Pontianak Muchammad Yamin mengatakan, kondisi tersebut menjadi perkembangan positif setelah masyarakat sebelumnya sempat menghadapi kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
“Alhamdulillah kita bersyukur kepada Tuhan, Kota Pontianak dalam satu minggu ini diguyur hujan,” ujar Yamin, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir turut membantu menjaga kondisi lahan di wilayah Kota Pontianak. BPBD memastikan tidak terdapat titik api dalam satu bulan terakhir, termasuk di wilayah Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara.
“Memang satu bulan terakhir ini kita pastikan tidak ada titik api di Kota Pontianak, baik di Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara maupun Pontianak Utara,” katanya.
Meski kondisi di dalam kota relatif membaik, Yamin mengatakan karhutla masih terjadi di sejumlah kabupaten di sekitar Kota Pontianak.
Asap dari kebakaran tersebut masih berpotensi terbawa angin menuju Kota Pontianak. Karena itu, kualitas udara tetap perlu dipantau meskipun hujan mulai turun secara rutin.
“Akan tetapi memang di kabupaten-kabupaten sekitar Kota Pontianak masih terjadi kebakaran, sehingga asap yang sampai ke Pontianak itu terbawa angin ke arah Kota Pontianak,” jelasnya.
BPBD Kota Pontianak berharap hujan terus mengguyur wilayah kota maupun daerah sekitarnya. Hujan yang turun secara merata diharapkan dapat membantu mengurangi potensi kebakaran sekaligus menekan kemunculan asap.
Yamin menyebut kondisi jarak pandang di Kota Pontianak juga mulai menunjukkan perbaikan. Setelah sebelumnya masyarakat menghadapi kondisi udara yang kurang baik, cuaca saat ini mulai lebih cerah.
“Mudah-mudahan terjadi hujan juga sehingga kita lihat hari ini jarak pandang sudah cerah,” ujarnya.
Membaiknya kondisi cuaca dan kualitas udara turut berdampak terhadap aktivitas pendidikan di Kota Pontianak. Sekolah-sekolah mulai kembali menjalankan pembelajaran secara normal.
Yamin mengatakan sekolah jenjang SD, SMP hingga SMA telah kembali beraktivitas sejak Senin.
“Dari Senin kemarin sekolah-sekolah, baik itu SD, SMP dan SMA sudah bisa beraktivitas kembali,” katanya.
Kembalinya aktivitas sekolah menjadi salah satu perkembangan yang terlihat seiring membaiknya kondisi di Kota Pontianak setelah sebelumnya kegiatan pendidikan harus menyesuaikan dengan kondisi kabut asap.
Meski demikian, Yamin mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap hujan sebagai tanda bahwa potensi karhutla telah sepenuhnya berakhir.
Menurutnya, hujan memang membantu membasahi lahan, tetapi upaya pencegahan dan kewaspadaan tetap diperlukan, terlebih karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah sekitar Pontianak.
Selain memengaruhi kualitas udara dan aktivitas pendidikan, kondisi kabut asap sebelumnya juga turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Karena itu, BPBD berharap hujan terus terjadi di berbagai wilayah Kalimantan Barat sehingga karhutla semakin berkurang dan kondisi lingkungan berangsur pulih.
“Mudah-mudahan hujan terus terjadi dan karhutla terus berkurang sehingga ekonomi bisa kembali tumbuh,” pungkas Yamin.
BPBD Kota Pontianak tetap mengimbau masyarakat menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Meskipun hujan mulai sering turun, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mencegah munculnya kembali titik api.











