PONTIANAK, AKCAYA – Penguatan perdagangan lintas batas, pendidikan, dan hubungan masyarakat menjadi fokus pertemuan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dengan Konsul Malaysia yang baru untuk Kalbar, Ilham Juhri, di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (8/10/2026).
Ilham Juhri menemui Ria Norsan dalam kunjungan perdananya sejak menjabat sebagai Konsul Malaysia di Kalimantan Barat. Ia menggantikan Azizul Zekri Bin Abdul Rahim.
Ria Norsan mengatakan, kedekatan geografis dan hubungan historis antara Kalimantan Barat dan Sarawak menjadi modal untuk memperluas kerja sama kedua wilayah. Peluang tersebut mencakup perdagangan, investasi, pendidikan, pariwisata, hingga konektivitas kawasan perbatasan.
“Kalbar adalah beranda depan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Sarawak. Banyak kerja sama yang dapat terus kita tingkatkan,” kata Norsan.
Menurut dia, keberadaan jalur perbatasan Aruk, Entikong, dan Badau memiliki peran penting dalam mendukung hubungan ekonomi dan sosial masyarakat di kedua wilayah.
Norsan berharap hubungan Kalbar-Malaysia tidak hanya terjaga secara diplomatik, tetapi juga menghasilkan peluang ekonomi dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ilham Juhri menyatakan komitmennya melanjutkan kerja sama yang telah dirintis pendahulunya. Ia menilai Kalimantan Barat dan Sarawak memiliki potensi besar untuk memperkuat hubungan perdagangan dan pendidikan, serta interaksi antarmasyarakat.
“Kami ingin memperkuat fasilitasi perdagangan, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat. Kami juga siap bersinergi dengan Pemprov Kalbar untuk mendukung kelancaran berbagai aktivitas di kawasan perbatasan,” ujarnya.
Ilham, yang sebelumnya bertugas di Argentina, juga berencana mengunjungi sejumlah wilayah perbatasan untuk melihat langsung aktivitas dan kondisi di lapangan.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi peluang kerja sama sekaligus persoalan yang perlu ditangani bersama di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak. (elp)











