PONTIANAK, AKCAYA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia daerah pemilihan Kalimantan Barat sekaligus Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalbar, The Boxing Senator Daud Yordan, memotivasi mahasiswa agar berani menetapkan cita-cita, disiplin menjalani proses, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Daud Yordan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Masa Perkenalan (MAPER) Akbar 2026 yang diselenggarakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pontianak di Aula STAK AW Pontianak.

Mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Mahasiswa di Masa Kini dan Masa Mendatang”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun karakter, serta memahami peran generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman.

Advertisement

Dalam pemaparannya, Daud menekankan bahwa peluang tidak cukup hanya ditunggu, tetapi harus disambut dengan persiapan, kerja keras, dan kedisiplinan. Mahasiswa perlu memiliki tujuan yang jelas serta kemauan untuk terus belajar agar mampu menghadapi berbagai tantangan.

“Peluang akan selalu ada, tetapi kita harus mempersiapkan diri untuk mengambilnya. Mahasiswa perlu berani memiliki cita-cita, disiplin dalam berproses, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Bekal itu penting untuk menghadapi tantangan hari ini maupun masa mendatang,” ujar Daud.

Selain membekali diri melalui pendidikan formal, Daud juga mendorong mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan organisasi. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kepemimpinan, meningkatkan kemampuan bekerja sama, dan melatih tanggung jawab.

Pesan tersebut sejalan dengan tujuan MAPER Akbar yang tidak hanya menjadi ajang perkenalan organisasi, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh gambaran mengenai pentingnya pengembangan diri, keterlibatan sosial, dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah masa perkuliahan.

Ketua GMKI Cabang Pontianak, Iskandar, mengatakan MAPER Akbar menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan GMKI kepada mahasiswa sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk bertumbuh dalam iman, memperluas pengetahuan, dan membangun semangat pelayanan.

“Melalui MAPER Akbar ini, kami berharap mahasiswa mengenal GMKI sebagai ruang untuk bertumbuh dalam iman, memperluas pengetahuan, dan membangun semangat pelayanan. Kehadiran kader harus membawa manfaat bagi kehidupan bergereja, bermasyarakat, dan berbangsa,” kata Iskandar.

Ia menjelaskan, organisasi mahasiswa memiliki peran dalam membentuk kader yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan sosial. Karena itu, proses pengenalan organisasi diharapkan menjadi awal bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembinaan dan pelayanan.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi GMKI Cabang Pontianak, Irvan Surya, menegaskan bahwa pembinaan kader perlu dilakukan secara konsisten agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi perubahan dan tantangan di masa mendatang.

Menurut Irvan, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan membaca perubahan, kemauan untuk terus belajar, serta integritas dalam menentukan sikap. Proses tersebut dapat dibangun melalui diskusi, kerja sama, dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan pelayanan.

“Mahasiswa perlu memiliki kemampuan membaca perubahan, kemauan untuk terus belajar, serta integritas dalam menentukan sikap. Melalui GMKI, proses itu dibangun dengan berdiskusi, bekerja bersama, dan terlibat dalam pelayanan. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Irvan menambahkan, keberhasilan MAPER Akbar tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari keberlanjutan proses pembinaan setelah acara berakhir. Ia berharap peserta dapat menemukan ruang untuk mengembangkan potensi, menyampaikan gagasan, serta belajar menjalankan tanggung jawab dalam organisasi.

“Keberhasilan MAPER juga terlihat dari keberlanjutan proses setelah kegiatan ini. Kami ingin peserta menemukan ruang untuk mengembangkan potensi, menyampaikan gagasan, dan belajar menjalankan tanggung jawab. Semangat yang tumbuh selama perkenalan perlu berkembang menjadi komitmen untuk terus belajar dan melayani,” katanya.

Ia menilai setiap anggota memiliki pengalaman dan potensi yang berbeda. Oleh karena itu, organisasi perlu menjadi ruang bersama yang mendorong kader untuk saling belajar, berkembang, serta membangun kepekaan terhadap persoalan sosial.

Ketua Panitia MAPER Akbar 2026, Tarisa Arselia, menyampaikan apresiasi kepada Daud Yordan dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap pengalaman dan kebersamaan selama kegiatan dapat menjadi awal yang baik bagi peserta untuk melanjutkan proses pembinaan di GMKI.

Melalui MAPER Akbar 2026, GMKI Cabang Pontianak berharap mahasiswa semakin mengenal organisasi dan terdorong mengembangkan diri melalui pembinaan, diskusi, serta kegiatan pelayanan. Pesan motivasi Daud Yordan juga menjadi pengingat bahwa keberanian menetapkan cita-cita perlu disertai kedisiplinan, integritas, dan kemauan untuk terus belajar agar generasi muda mampu memanfaatkan peluang serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *