KUBU RAYA, AKCAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan akan mencabut kenaikan tarif transportasi di Kecamatan Batu Ampar yang tidak memiliki rekomendasi pemerintah daerah. Pernyataan itu disampaikan saat menemui massa Serikat Pemuda Batu Ampar yang berunjuk rasa di halaman Kantor DPRD Kubu Raya, Senin (26/10/2026).
Dalam aksi yang diikuti sekitar 20 orang tersebut, massa menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM), listrik yang kerap padam, hingga aktivitas pertambangan bauksit di Bukit Batu Ampar.
Salah seorang peserta aksi, Endank Kuswoyo, mengatakan persoalan tersebut telah berlangsung sejak lama, bahkan sejak kepemimpinan kepala daerah sebelumnya. Namun, hingga kini masyarakat masih menantikan penyelesaian yang konkret.
“Permasalahan ini sudah lama dirasakan masyarakat. Kami berharap melalui penyampaian aspirasi ini, pemerintah daerah bisa membantu mencarikan solusi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Endank.
Massa juga meminta Pertamina membuka kembali kerja sama dengan subagen penyalur BBM yang sebelumnya diputus. Keberadaan subagen dinilai membantu masyarakat pesisir mendapatkan BBM, terutama karena aktivitas warga sangat bergantung pada transportasi sungai.
Sulitnya memperoleh BBM turut berdampak pada biaya transportasi. Kondisi ini dikhawatirkan semakin membebani masyarakat yang mengandalkan angkutan sungai untuk bekerja, berdagang, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi tuntutan tersebut, Sujiwo menegaskan akan mencabut kenaikan tarif transportasi yang tidak memiliki rekomendasi pemerintah daerah.
Menurutnya, kenaikan tarif yang tidak melalui mekanisme dan rekomendasi pemerintah daerah perlu ditindaklanjuti agar tidak semakin memberatkan masyarakat.
Selain persoalan tarif angkutan, massa mendesak pemerintah mencari solusi atas sulitnya pasokan BBM, pemadaman listrik, serta aktivitas pertambangan bauksit di Bukit Batu Ampar.
Mereka berharap pemerintah daerah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan persoalan tersebut ditangani secara konkret, bukan sekadar berhenti pada penyampaian aspirasi.
Bagi masyarakat pesisir Batu Ampar, kepastian pasokan BBM, listrik yang andal, dan tarif transportasi yang terjangkau menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kelancaran aktivitas sehari-hari serta perekonomian warga. (elp)











