PONTIANAK, AKCAYA – Kepedulian terhadap kesehatan perempuan dituangkan Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Windy Prihastari, melalui sebuah karya buku berjudul Panduan Wanita Sehat.
Buku tersebut dipersembahkan Windy kepada Ketua Umum Pengurus Pusat Perwosi, Tri Suswati Tito Karnavian, sebagai bagian dari upaya mendorong perempuan agar semakin peduli terhadap kesehatan fisik maupun mental.
Windy mengatakan, kesehatan merupakan bagian penting dalam menentukan kualitas hidup perempuan. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar, tetapi dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Melalui Panduan Wanita Sehat, Windy ingin menghadirkan informasi yang mudah dipahami sekaligus dapat diterapkan perempuan dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
“Kesehatan adalah bagian penting dari kualitas hidup perempuan. Karena itu, kita perlu membangun kebiasaan hidup sehat mulai dari hal-hal sederhana yang bisa dilakukan setiap hari,” ujar Windy.
Ia menjelaskan, menjaga kesehatan fisik dapat dilakukan dengan rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Windy, aktivitas fisik menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan perempuan. Olahraga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup.
Namun, ia menegaskan kesehatan perempuan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Kesehatan mental juga perlu mendapatkan perhatian yang sama.
Karena itu, Panduan Wanita Sehat turut membahas pentingnya mengenali diri, memahami kondisi emosional, mengelola stres, serta membangun dukungan sosial.
“Sehat itu bukan hanya tentang tubuh yang sehat, tetapi juga bagaimana kita menjaga kesehatan mental. Perempuan perlu mengenali dirinya, mampu mengelola stres dan memiliki lingkungan sosial yang memberikan dukungan,” katanya.
Windy berharap buku tersebut dapat menjadi teman bagi perempuan dalam memahami pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting di tengah keluarga dan lingkungan sehingga menjaga kesehatan diri juga menjadi bagian dari upaya menjaga keluarga.
Ia juga mengajak perempuan untuk tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan secara berkala dinilai penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan sejak dini.
“Kita ingin perempuan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan harus menjadi kebutuhan, bukan dilakukan hanya ketika sudah sakit. Pemeriksaan berkala, aktivitas fisik, pola makan yang baik dan menjaga kesehatan mental harus menjadi bagian dari kebiasaan,” tutur Windy.
Selain kesehatan diri, buku tersebut juga mengajak perempuan memperhatikan kondisi lingkungan. Menurut Windy, lingkungan yang bersih dan sehat turut mendukung terciptanya kehidupan yang berkualitas.
Kebiasaan hidup sehat, lanjutnya, tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga dapat ditularkan kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitar.
Windy berharap Panduan Wanita Sehat dapat menjadi sumber informasi sekaligus inspirasi bagi perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan.
“Harapan saya, buku ini tidak hanya dibaca, tetapi juga bisa dipraktikkan. Semoga semakin banyak perempuan yang peduli terhadap kesehatan dirinya, keluarganya dan lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.
Melalui karya tersebut, Windy juga ingin memperkuat semangat Perwosi dalam mendorong perempuan agar lebih aktif, sehat, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Menurutnya, perempuan yang sehat akan lebih mampu menjalankan berbagai peran dalam keluarga, organisasi maupun masyarakat. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan perempuan perlu terus dibangun melalui edukasi dan kebiasaan hidup sehat.
Panduan Wanita Sehat diharapkan dapat menjadi salah satu sarana edukasi yang mengajak perempuan mengenali langkah-langkah sederhana dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.
Dengan demikian, semangat hidup sehat tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama di lingkungan keluarga dan masyarakat.











