MEMPAWAH, AKCAYA – Pemerintah Jepang mengirim kapal kenegaraan JS Kunisaki bersama personel dan peralatan pendukung untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Kapal tersebut membawa tiga helikopter berat CH-47 Chinook yang akan mendukung pemadaman udara dan distribusi logistik.
Kedatangan JS Kunisaki disambut Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, didampingi Komandan Kodaeral XII/Lantamal XII, Laksda TNI Sawa, di Mempawah, Kamis (10/9/2026).
Krisantus mengapresiasi dukungan Jepang melalui misi kemanusiaan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) tersebut. Menurutnya, bantuan ini penting untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Yang pertama tentu saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jepang yang sudah mengirimkan kapal, personel dan peralatan untuk membantu Indonesia, secara khusus Kalimantan Barat, dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya.
JS Kunisaki menempuh perjalanan selama 11 hari menuju Kalimantan Barat. Krisantus menyebut kedatangan kapal tersebut menunjukkan komitmen kuat Jepang dalam kerja sama kemanusiaan dengan Indonesia.
“Ini suatu pengorbanan dan bantuan yang sungguh luar biasa. Mereka berlayar selama 11 hari sampai ke sini,” katanya.
Tantangan Lahan Gambut
Krisantus mengatakan penanganan karhutla di Kalimantan Barat memiliki tantangan khusus karena banyak wilayah berupa lahan gambut. Api dapat merambat di bawah permukaan sehingga tidak selalu terlihat dan sulit dipadamkan.
“Untuk memadamkan api, kondisi lahan di sini sangat berbeda dengan Jepang. Api tidak mudah padam karena banyak lahan gambut. Api bisa menjalar dari bawah dan sulit dipandang dengan mata,” ujarnya.
Selain karakteristik gambut, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala. Surutnya sejumlah sungai menyebabkan air laut masuk ke aliran sungai sehingga air menjadi asin dan sulit digunakan untuk pemadaman.
“Selain itu, air untuk memadamkan api juga kita kekurangan sehingga harus mengambil air dari tempat yang cukup jauh,” jelas Krisantus.
Karena itu, tiga helikopter CH-47 Chinook akan dimanfaatkan untuk mendukung operasi water bombing serta mengangkut logistik ke lokasi yang sulit dijangkau.
Penentuan lokasi operasi akan dikoordinasikan bersama TNI, Polri dan BNPB berdasarkan titik api yang telah terdeteksi.
“Nanti koordinasi dengan TNI, Polri, kemudian BNPB. Sudah ada titik-titik api yang terdeteksi dan itu yang akan kita tangani bersama,” katanya. (elp)











