PONTIANAK, AKCAYA – Tiga dekade bukan waktu yang singkat. Selama 30 tahun, Harisson mengabdikan dirinya sebagai aparatur sipil negara (ASN) sekaligus pelayan masyarakat di Kalimantan Barat (Kalbar).
Senin, 31 Agustus 2026, menjadi hari terakhir Harisson menjalankan tugas sebagai ASN. Mulai Selasa, 1 September 2026, Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar tersebut resmi memasuki masa purna tugas.
Perjalanan pengabdian Harisson di Kalbar dimulai dari dunia kesehatan. Sebagai seorang dokter, ia pertama kali datang ke Kalbar pada 1994 dan mengabdikan diri sebagai dokter di lingkungan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sanggau.
Setahun berselang, pada 1995, Harisson melanjutkan pengabdiannya sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Puskesmas Teluk Batang, Kabupaten Ketapang.
Pengabdiannya kemudian berlanjut ke Kabupaten Kapuas Hulu. Pada 1998 hingga 2000, ia bertugas sebagai dokter di RSUD dr. A. Diponegoro Putussibau.
Tak berhenti di rumah sakit, Harisson kemudian bersentuhan langsung dengan masyarakat di sejumlah wilayah pedalaman Kapuas Hulu. Ia bertugas di Puskesmas Bunut Hilir pada 2000–2001, Puskesmas Semitau pada 2001–2003, dan Puskesmas Kedamin pada 2003–2006.
Pengalaman panjang memberikan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.
Pada 2006, Harisson dipercaya menjadi Direktur RSUD dr. A. Diponegoro Putussibau. Jabatan tersebut diembannya hingga 2010.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu pada 2010. Selama kurang lebih sembilan tahun, ia memimpin sektor kesehatan di kabupaten tersebut sebelum kemudian dipercaya mengemban tugas di tingkat provinsi.
Pada 2019, Harisson ditunjuk sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.
Pengalaman panjang sebagai dokter dan birokrat membuatnya berada di posisi strategis ketika Kalbar menghadapi berbagai persoalan kesehatan, termasuk pandemi Covid-19.
Babak baru perjalanan Harisson dimulai pada 14 Januari 2022. Ia dilantik sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat.
Dari jabatan tersebut, kepercayaan yang lebih besar kembali diberikan kepadanya. Pada 5 September 2023, Harisson dilantik sebagai Penjabat Gubernur Kalbar untuk mengisi kekosongan jabatan gubernur setelah berakhirnya masa jabatan Gubernur Sutarmidji dan Wakil Gubernur Ria Norsan periode 2018–2023.
Harisson menjalankan tugas sebagai Penjabat Gubernur hingga 20 Februari 2025.
Setelah Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar definitif, Harisson kembali menjalankan tugas sebagai Sekda Kalbar.
Kini, perjalanan panjang tersebut sampai pada penghujung.
Setelah tiga dekade mengabdikan diri di Kalbar, Harisson menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh jajaran ASN yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalankan tugas pemerintahan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalbar yang telah mendukung kinerja saya sebagai ASN,” ujar Harisson.
Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada seluruh ASN di Kalbar yang selama ini turut mendukung pelaksanaan tugasnya.
Secara khusus, Harisson menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN yang ada di Kalbar yang telah banyak memberikan dukungan dan juga kepada pimpinan saya, Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan,” katanya.
Di penghujung masa pengabdiannya, Harisson juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas masih terdapat hal-hal yang belum dapat dipenuhi sesuai harapan pimpinan maupun masyarakat.
“Saya memohon maaf apabila selama bekerja ada hal-hal yang tidak dapat saya penuhi sesuai ekspektasi dari pimpinan maupun masyarakat,” ucapnya.
Harisson tidak hanya berpamitan. Ia juga meninggalkan pesan kepada ASN yang masih melanjutkan pengabdian di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Ia meminta seluruh ASN terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dan menjadikan pelayanan publik sebagai orientasi utama dalam menjalankan tugas.
“Saya berpesan kepada seluruh ASN di wilayah Kalbar untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurut Harisson, ASN memiliki tanggung jawab besar karena keberadaannya memang ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“ASN memang direkrut dan dibiayai pemerintah dalam rangka kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga berpesan agar kekompakan antar-ASN terus dijaga dan seluruh jajaran tetap memberikan kontribusi terbaik bagi Kalbar.
“Tetap kompak, tetap memberikan yang terbaik bagi pelayanan masyarakat di Kalbar,” pesannya.
Tiga puluh tahun perjalanan Harisson sebagai ASN akhirnya sampai di titik akhir.
Dari seorang dokter yang memberikan pelayanan kesehatan di berbagai daerah, memimpin rumah sakit, menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Sekda hingga dipercaya sebagai Penjabat Gubernur Kalbar, Harisson menutup perjalanan kariernya dengan kembali mengemban tugas sebagai Sekda.
Kini, mulai 1 September 2026, ia memasuki masa purna tugas.
Tiga dekade pengabdian itu menjadi bagian dari perjalanan panjang birokrasi Kalbar dari pelosok puskesmas hingga pusat pemerintahan provinsi.











