PONTIANAK, AKCAYA – Bebby Nailufa kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Pontianak periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Pontianak yang digelar pada Minggu (2/8/2026).
Musda dibuka langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat, Ichfany. Forum tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi partai untuk menyusun strategi menghadapi agenda politik mendatang.
Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Bebby tidak terlepas dari capaian Partai Golkar Kota Pontianak pada Pemilu Legislatif 2024. Di bawah kepemimpinannya, Golkar berhasil menggandakan perolehan kursi DPRD Kota Pontianak dari tiga kursi pada Pemilu 2019 menjadi enam kursi pada Pemilu 2024. Hasil tersebut juga mengantarkan Golkar meraih unsur pimpinan DPRD Kota Pontianak.
Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat, Ichfany, menilai peningkatan perolehan kursi tersebut merupakan lompatan besar yang patut diapresiasi.
“Prestasi DPD Golkar Kota Pontianak harus kita akui. Raihan kursinya meningkat hingga 200 persen. Ini merupakan capaian yang luar biasa,” ujarnya.
Menurut Ichfany, Musda tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum merumuskan strategi baru untuk memperkuat posisi Partai Golkar pada kontestasi politik berikutnya.
Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan karakter pemilih, khususnya generasi milenial dan Gen Z yang jumlahnya terus meningkat.
“Golkar sebagai partai politik yang paling senior harus menjadi partai yang paling siap meraih suara generasi milenial dan Gen Z. Saya yakin Ibu Bebby telah membuktikan sebagai representasi anak muda yang mampu meningkatkan perolehan kursi secara signifikan,” katanya.
Sementara itu, Bebby Nailufa menegaskan kepengurusan periode mendatang akan lebih fokus memperkuat basis dukungan dari kalangan generasi muda dan kelompok perempuan.
Menurutnya, bonus demografi menjadikan pemilih muda sebagai kekuatan utama yang harus dirangkul melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Kalau kita melihat komposisi pemilih ke depan, anak-anak muda menjadi kelompok yang sangat dominan. Karena itu organisasi sayap Partai Golkar, baik kepemudaan maupun organisasi perempuan, harus dimaksimalkan sebagai mesin politik untuk menjangkau masyarakat,” ujarnya.
Bebby menyebut sejumlah organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, seperti AMPI, AMPG, Al Hidayah, HWK, SOKSI, MKGR, Kosgoro, serta organisasi hasta karya lainnya akan terus diperkuat agar mampu menjadi wadah kaderisasi sekaligus memperluas basis dukungan partai.
Ia juga menilai pendekatan politik kepada generasi muda tidak cukup hanya melalui kampanye konvensional, tetapi harus memberi ruang terhadap kreativitas, gagasan, dan aspirasi mereka.
“Saat ini sekitar 50 persen pemilih merupakan anak muda. Karena itu Partai Golkar harus mampu berimprovisasi mengikuti perkembangan politik dan karakter pemilih sekarang,” jelasnya.
Selain memperkuat segmen pemilih muda, Bebby juga menegaskan pentingnya merangkul kelompok perempuan sebagai bagian dari strategi meningkatkan dukungan masyarakat.
Ia optimistis, dengan konsolidasi organisasi yang semakin kuat dan pendekatan yang lebih adaptif terhadap generasi muda, Partai Golkar Kota Pontianak mampu mempertahankan bahkan meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang.











