PONTIANAK, AKCAYA – Bupati dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Toraja Utara melakukan studi tiru ke Kota Pontianak untuk mempelajari pengelolaan kerukunan umat beragama dan penanganan konflik sosial.
Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong menilai budaya ngopi di Pontianak menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Warung kopi dinilai bukan sekadar tempat menikmati kopi, tetapi juga ruang komunikasi yang mempertemukan berbagai kalangan.
“Filosofi warung kopi itu luar biasa, ada pahit dan manisnya hidup dalam setiap gelas kopi,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Ia juga mengapresiasi tingginya IPM Kota Pontianak dan menegaskan bahwa pembangunan hanya dapat berjalan baik jika didukung kerukunan masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut komunikasi menjadi kunci utama menjaga stabilitas di tengah keberagaman suku dan agama.
“Yang paling penting adalah komunikasi. Kalau ada masalah, kita mediasi, kita carikan solusi,” katanya.
Menurut Edi, budaya ngopi dan ruang publik yang inklusif telah menjadi modal sosial penting dalam memperkuat toleransi dan mencegah konflik di tengah masyarakat. (elp)










