PONTIANAK, AKCAYA – Perkembangan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) menunjukkan sinyal positif. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tidak ditemukan titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di seluruh wilayah Kalbar.

Kondisi tersebut menjadi kabar yang memberikan harapan di tengah upaya pengendalian karhutla yang terus berlangsung.

Meski demikian, Pemprov Kalbar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan, mengingat potensi kebakaran masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.

Advertisement

Berdasarkan data sebaran titik panas BMKG periode 28 Oktober 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, tercatat hanya 20 titik panas di Kalbar.

Seluruhnya berada pada kategori tingkat kepercayaan menengah, sementara kategori kepercayaan rendah dan tinggi sama-sama nihil.

20 titik panas tersebut terdeteksi di Kabupaten Ketapang. Adapun 13 kabupaten dan kota lainnya di Kalbar tidak menunjukkan adanya titik panas yang terdeteksi dalam laporan tersebut.

Kondisi ini memberikan gambaran bahwa sebaran titik panas pada periode pemantauan tersebut terkonsentrasi di satu kabupaten.

Kendati demikian, keberadaan titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah tetap perlu mendapat perhatian untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, sebelumnya mengingatkan bahwa sejumlah wilayah masih memiliki potensi terjadinya karhutla akibat kondisi vegetasi yang mengering.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam mencegah munculnya sumber api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas.

“Pada tanggal 28 Oktober 2026 masih terdapat wilayah yang berpotensi terjadi karhutla karena vegetasinya sudah mengering. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan,” ujar Daniel.

Ia menegaskan, semua pihak diharapkan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Langkah pencegahan menjadi penting agar kondisi yang menunjukkan perkembangan positif tersebut dapat terus dipertahankan.

“Jangan melakukan pembakaran di lahan apa pun dengan alasan apa pun, agar lingkungan kita terhindar dari bencana asap akibat karhutla,” tegasnya. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *