PONTIANAK, AKCAYA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal Pontianak memberikan pelatihan manajemen desa wisata dan pelayanan berbasis hospitality kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Rel dan warga RW 03, Kelurahan Batu Layang, Kota Pontianak.

Kegiatan yang digelar di kawasan Bukit Rel tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi wisata lokal.

Pelatihan menghadirkan Zulfikli, dosen pariwisata Politeknik Negeri Pontianak sekaligus Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Kalimantan Barat. Peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan destinasi wisata dan penerapan Sapta Pesona sebagai landasan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Advertisement

Zulfikli mengatakan, masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan destinasi wisata di lingkungannya. Potensi yang dimiliki Bukit Rel dinilai dapat membuka peluang ekonomi apabila dikelola secara terarah dengan memperhatikan kualitas pelayanan dan kenyamanan pengunjung.

“Pariwisata bukan sekadar mendatangkan pengunjung, melainkan bagaimana menciptakan tata kelola wilayah yang memberikan dampak kemajuan nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Zulfikli.

Integrated Terminal Manager Pontianak, Adi Wahyu Christianto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.

“Melalui program ini, kami ingin mendampingi masyarakat Bukit Rel dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki. Kami berharap pelatihan ini dapat membantu warga meningkatkan kemampuan mengelola wisata, membuka peluang ekonomi, serta menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Adi.

Bagi masyarakat setempat, pelatihan tersebut juga menjadi dorongan untuk kembali mengembangkan kawasan wisata Bukit Rel. Ketua Pokdarwis Bukit Rel, Kardi, mengungkapkan semangat warga sempat menurun akibat kendala akses menuju lokasi wisata.

Jalan sepanjang sekitar tiga kilometer menuju kawasan tersebut mengalami kerusakan cukup berat sehingga menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan destinasi wisata Bukit Rel.

“Semangat warga sempat menurun. Kehadiran program Pertamina dan pemaparan materi dari Pak Zul membuka wawasan baru serta membangkitkan kembali semangat kami untuk mengembangkan wisata Bukit Rel. Kami juga berharap perbaikan akses jalan mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait,” ungkap Kardi.

Melalui pelatihan ini, Pertamina berharap Pokdarwis dan masyarakat dapat menerapkan pengetahuan mengenai pengelolaan destinasi serta pelayanan yang ramah kepada pengunjung. Dengan demikian, pengembangan wisata Bukit Rel diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Selain mendorong pengembangan destinasi, program tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru dan memperluas manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata juga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan potensi lokal.

Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-8, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta penciptaan pekerjaan yang layak.

Program tersebut juga mendukung Asta Cita ke-3 Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta Asta Cita ke-6 yang menitikberatkan pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan pengelolaan potensi lokal, Bukit Rel diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendorong kemandirian warga di sekitar wilayah operasional Pertamina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *